Dusun Jajar

Sejarah Dusun Jajar

Jajar terdiri dari 2 RT yaitu RT 04 dan RT 05, berjarak sekitar 1 km dari kantor Pemerintah Desa Sendang. Tentang asal usul nama Dusun Jajar, berawal dari sebuah hutan yang dulu dihuni oleh beberapa penduduk. Kemudian datanglah seorang murid dari salah satu Wali Songo, yaitu murid Sunan Ampel yang singgah / istirahat di sana. Setelah rasa lelahnya hilang murid dari Sunan Ampel ingin meneruskan perjalanan, sebelum meneruskan perjalanan murid tersebut naik ke atas bukit dan melihat keadaan pemukiman dusun yang rumahnya terlihat tertata berjajar-jajar, sehingga dia berkata kepada warga apabila dusun ini nanti menjadi ramai dihuni warga maka dusun tersebut harus diberi nama Dusun Jajar dikarenakan rumah yang terlihat berjajar-jajar.

Di dusun ini juga ada Paguyuban Rawitsari Mulyo yang merupakan paguyuban seni rebana, karawitan, tari, dekorasi, campursari yang bergabung menjadi satu sehingga dinamakan Rawitsari Mulyo. Paguyuban Rawitsari Mulyo melatih masyarakat untuk tetap melestarikan seni budaya daerah menjadi suatu daya tarik wisata yang menjadi ciri khas dusun tersebut. Tidak hanya orang tua atau dewasa saja yang belajar seni budaya, akan tetapi anak-anak mulai dari umur 6 tahun sudah mulai belajar seni karawitan, rebana, tari, dekorasi dan campursari sehingga selalu ada generasi penerus dalam bidang seni budaya.

Batas Wilayah :

Batas wilayah Dusun Jajar yaitu :

Utara : Dusun Selopukang
Selatan : Dusun Bendorejo
Timur : Dusun Bendorejo
Barat : Dusun Gondanglegi

Infrastruktur

Dengan adanya semangat gotong royong warga yang masih kental dengan tujuan membangun dusun menjadi lebih maju, pelaksanaan  pembangunan  desa  tidak  hanya  bergantung sepenuhnya pada bantuan dan perhatian pemerintah, tetapi di sisi lain masyarakat dilatih untuk berusaha mengembangkan dan memberdayakan segala sumber daya dan potensi dusun baik dari segi fisik maupun non fisik demi kesejahteraan bersama. Infrastruktur yang dimiliki diantaranya talud jalan, drainase dan jalan dusun yang berupa rabat beton.

Kependudukan

Jumlah Penduduk         : 318 Jiwa

Penduduk Laki-laki        : 154 Jiwa

Penduduk Perempuan    : 164 Jiwa

Usia Produktif                : 115 Jiwa

Jumlah KK                     : 103 KK

Mata Pencaharian masyarakat antara lain : Petani, Penambang batu, Pedagang, Nelayan dan Buruh Harian Lepas.

Fasilitas Umum :

Fasilitas umum di Dusun Jajar meliputi :

Masjid / TPQ : 1 buah
Balai Dusun : 1 buah
Pos Ronda : 1 buah
TK : 1 buah
SD : 1 buah

Geografis dan Potensi

SDA :

  • Lahan pertanian yang berada di daerah perbukitan banyak yang menggunakan sistem penanaman terasiring dan tumpang sari;
  • Kebanyakan para petani memiliki ternak yang nantinya kotoran ternak akan diolah menjadi pupuk organik yang dipakai untuk memupuk tanaman padi;
  • Pengolahan pupuk organik bertujuan untuk mengurangi pemakaian pupuk kimia sehingga tidak merusak struktur tanah;
  • Sarana dan prasarana transportasi yang memadai untuk menunjang peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
  • Keindahan pemandangan alam yang dapat dilihat dari perbukitan menjadikan suatu daya tarik wisata tersendiri.

SDM :

  • Adanya lembaga pendidikan TK dan SD
  • Adanya Taman Pendidikan Al Quran
  • Adanya paguyuban Rawitsari Mulyo;
  • Mayoritas penduduk adalah petani, penambang batu, pedagang, nelayan serta buruh harian lepas;
  • Adanya karang taruna dusun dengan nama “Taruna Bakti“ yang aktif dalam bidang sosial kemasyarakatan dan olah raga;
  • Adanya UMKM baik perseorangan maupun kelompok dibidang pangan maupun non pangan, antara lain : pembuatan susu kedelai, nuget ikan, abon ikan, kerajinan kain perca, tempe keripik maupun tempe sayur.

Periode Kepemimpinan:

Kepala Dusun yang pernah menjabat :

  • Karyo Suwito 1961 – 1992
  • Warno 1992 – 1999
  • Dwi Hananti 2009 – 2017