Desa Jemawan studi banding SID, PPID, dan pengelolaan BUMDes di Sendang

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id │ Pemerintah Desa Jemawan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten melakukan studi banding ke Desa Sendang, Wonogiri. Peserta studi banding yang berjumlah 24 orang ini melibatkan anggota BPD, perangkat desa, kader PKK dan Pengelola BUMDes Desa Jenawan. Rombongan diterima langsung oleh Kepala Desa Sendang, Sukamto Priyowiyoto di gedung olahraga Desa Sendang, Kamis (21/10).

Dalam kesempatan itu, Kades Jemawan, Joko Purnomo menyampaikan maksud dan tujuan studi banding ke Desa Sendang adalah menggali potensi secara langsung atas keberhasilan Desa Sendang meraih penghargaan Apresiasi Desa Keterbukaan Informasi Publik tingkat nasional beberapa waktu lalu. “Kami mendapatkan referensi dari Tenaga Ahli Pendamping Desa untuk studi banding kesini. Mudah-mudahan kami bisa mereplikasikan keberhasilan itu untuk Desa Jenawan,” terangnya.

Ia didampingi Ketua BPD Jemawan, Wahyudi Nasution beserta anggotanya, sekaligus mengajak pengurus BUMDes. “Pengurus BUMDes kami baru, walaupun potensi desa kami mungkin berbeda dengan Desa Sendang, barangkali ada benang merah untuk belajar manajemen pengelolaan BUMDes agar berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan PAD,” ungkapnya.

Dalam sambutan penerimaannya, Sukamto Priyowiyoto mengatakan bahwa studi banding merupakan proses menambah khasanah pengetahuan untuk dapat diduplikasi. “Desa Sendang masih berproses, kami pun akan menggali keberhasilan Desa Jenawan dengan segala potensinya. Barangkali kedepan ada bentuk kerjasama antar desa,” jelasnya.

Selanjutnya Ketua BPD Jemawan, Wahyudi Nasution dalam kesempatan itu mengatakan ia beserta kades, perangkat desa dan pengelola BUMDes memilih melakukan studi banding ke Desa Sendang Kecamatan Wonogiri karena telah mendapatkan referensi dari Tenaga Ahli Pendamping Desa terkait prestasi Desa Sendang di tingkat nasional.

 

Wahyudi Nasution menambahkan, tujuan studi banding ini untuk mengetahui inovasi, tata kelola administrasi pemerintahan khususnya di bidang SID (Sistem Informasi Desa), PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), dan pengelolaan BUMDes yang ada di Desa Sendang. Sehingga dirinya mengharapkan setelah melakukan kunjungan ini bisa membuat semangat para perangkat desa dan pengelola BUMDes Desa Jemawan untuk mengembangkan potensi yang ada. “Setelah berkunjung ke Sendang ini, kami berharap nantinya pemerintah desa Jemawan bisa amati, tiru dan modifikasi inovasi yang sudah diterapkan Desa Sendang,” jelasnya.

Acara studi banding ini diawali dengan pemutaran video profil Desa Sendang. Dilanjutkan paparan terkait tata kelola informasi desa dan inovasi layanan publik oleh Sekdes Sendang, Agung Susanto. Ia menjelaskan, dalam hal keterbukaan informasi publik sebenarnya Desa Sendang telah merintis sejak tahun 2018 dengan membentuk PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi). “PPID ini dibentuk dengan surat keputusan kepala desa dan bertugas mengelola informasi dan dokumentasi desa. Informasi sendiri masih dipilah menjadi informasi yang disediakan secara berkala, setiap saat maupun serta merta. Adapula informasi yang dikecualikan atau tidak dibuka secara umum,” terangnya.

Saat ini beberapa inovasi telah dikembangkan dalam pelayanan informasi public di Desa Sendang, seperti IDS (Info Digital Sendang), Siadpend CeNIK (Sistem Administrasi Kependudukan Cepat dengan NIK), dan marketplace warungcenik.com. Semua aplikasi tersebut berbasis web dan android serta dapat diunduh di playstore.

Agung menambahkan, Desa Sendang merintis pendirian BUMDes pada tahun 2017 lalu. Pemerintah desa, lembaga desa dan pengelola BUMDes mampu memanfaatkan potensi daerah secara bersama-sama, seperti bagaimana cara mengelola daerah yang memiliki kondisi geografis pegunungan menjadi wisata alam yang baik. Disamping itu BUMDes Sendang Pinilih juga menyediakan pelayanan pembayaran rekening listrik, PDAM secara online.

Dalam kesempatan itu hadir pula ketua BUMDes Sendang Pinilih, Sunarno. “Langkah awal menentukan usaha BUMDes adalah dengan identifikasi potensi desa dan aset desa terlebih dahulu. Baru kita melihat peluang yang ada, bisa mencari referensi BUMDes yang sudah maju, ditiru dan dimodifikasi. Dan tentunya BUMDes harus digerakkan orang-orang yang mampu dan mau mengabdi demi kemajuan desanya,” jelas Sunarno saat memberikan paparan dihadapan peserta studi banding di GOR Sendang, Kamis (22/10).

Kegiatan studi banding dilanjutkan dengan melihat kantor sekretariat BUMDes yang melayani pembayaran rekening PLN, PDAM, dll secara online. Rombongan peserta studi banding dari Desa Jemawan juga mengunjungi salah satu UMKM yang memproduksi sepatu lokal dengan brand Yucko Shoes di Dusun Kedungareng. Setelah itu rombongan langsung menuju wisata Watu Cenik, salah satu destinasi wisata yang dikelola BUMDes Sendang Pinilih. (adm)

About sendang-wonogiri 617 Articles
kami hanya sangat ingin tahu...kami ingin meniru mereka yang luar biasa, yang sederhana dalam ucapan dan tulisan, tetapi hebat dalam tindakan...

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan