Mengenal Paguyuban Seni Rawitsari Mulya

Paguyuban seni Rawitsari Mulya, Dusun Jajar memainkan seni rebana pada acara halal bi halal Dusun Jajar, Rabu (5/6) (Dok.desa.id – foto : Hendra)
Paguyuban seni Rawitsari Mulya, Dusun Jajar memainkan seni rebana pada acara halal bi halal Dusun Jajar, Rabu (5/6) (Dok.desa.id – foto : Hendra)
Paguyuban seni Rawitsari Mulya, Dusun Jajar memainkan seni rebana pada acara halal bi halal Dusun Jajar, Rabu (5/6) (Dok.desa.id – foto : Hendra)
Paguyuban seni Rawitsari Mulya, Dusun Jajar memainkan seni rebana pada acara halal bi halal Dusun Jajar, Rabu (5/6) (Dok.desa.id – foto : Hendra)

Disusun oleh Icha Maharani U dan Wildan F Purnomo (KKN-PPM UGM 2020)

Paguyuban Seni Rawitsari Mulya merupakan salah satu paguyuban seni di Desa Sendang, Wonogiri. Paguyuban Rawitsari Mulya terletak di Dusun Jajar. Paguyuban Rawitsari Mulya telah dikenal oleh masyarakat Desa Sendang.

Paguyuban Rawitsari Mulya berdiri sejak 20 Juli 2015 dan dipelopori oleh Hendra Setyawan S.I. Pust. Ide membentuk paguyuban seni berasal dari keinginan untuk mengembangkan potensi seni yang ada di Dusun Jajar. Pada awalnya, kegiatan kebudayaan berjalan sendiri-sendiri. Seiring berjalannya waktu, disepakati untuk membangun sebuah paguyuban dengan harapan mempererat persatuan dan kesatuan warga dusun.

Paguyuban Rawitsari Mulya berdiri untuk membina anggotanya dalam belajar kesenian. Kesenian yang dipelajari di paguyuban Rawitsari Mulya diutamakan kesenian tradisional. Beberapa kesenian yang dipelajadi di paguyuban Rawitsari Mulya antara lain gamelan, tari, rebana, karawitan dan seni dekorasi. Seni dekorasi disini mempelajari dekorasi tradisional berbahan baku janur. Umumnya ini sering kita lihat pada acara hajatan seperti pernikahan.

Anggota paguyuban Rawitsari Mulya umumnya adalah masyarakat Dusun Jajar dan sekitarnya. Peserta latihan umumnya adalah anak-anak berusia rata-rata 10 tahun. Paguyuban Rawitsari Mulya dibina oleh kira-kira lima orang pelatih. Kelima orang tersebut yaitu Hendra Setyawan S.I. Pust selaku pelatih seni karawitan, Pangesti Enggarsari selaku pelatih seni tari, Eko Budiyanto selaku pelatih rebana, Ninik Priyani selaku pelatih campursari dan Dadi selaku pelatih dekorasi.

Paguyuban Rawitsari Mulya, pada hari normal, mengadakan latihan setiap hari Minggu untuk karawitan, Jum’at untuk rebana, Kamis untuk seni tari, Sabtu untuk campursari dan Selasa untuk seni dekorasi. Metode pelatihan bergantung dari jenis seni dan pelatihnya. Umumnya peserta Paguyuban Rawitsari Mulya berlatih secara rutin bersama-sama di satu tempat.

Paguyuban Rawitsari Mulya juga aktif mengikuti kegiatan seni. Untuk kegiatan tertentu, pelatih dari luar paguyuban dapat didatangkan untuk memaksimalkan persiapan lomba. Kegiatan yang diikuti oleh paguyuban Rawitsari Mulya seringkali berupa pentas seni yang diadakan di daerah lokal Wonogiri. Pada tahun 2019 lalu, paguyuban Rawitsari Mulya, bersama dengan kontingen Desa Sendang mewakili Kabupaten Wonogiri dalam Lomba Desa Wisata di Semarang. Seni yang sering ditampilkan adalah seni karawitan dan rebana. Antusiasme masyarakat Desa Sendang terhadap kebudayaan tradisional termasuk tinggi. Pak Hendra Setyawan, selaku narasumber, menceritakan bahwa setiap pentas seni budaya yang diadakan di Desa Sendang dikunjungi banyak penonton dan mendapatan respon yang baik.
Permasalahan yang sedang dihadapi Paguyuban Rawitsari Mulya adalah sarana prasarana yang masih minim terutama untuk karawitan. Selama ini, paguyuban belum memiliki perangkat gamelan sendiri sehingga untuk mengadakan latihan harus meminjam gamelan sekolah-sekolah dasar yang ada di Dusun jajar.

Pada masa pandemi ini, kegiatan di paguyuban Rawitsari Mulya terhambat dan semua kegiatan pentas seni terpaksa dibatalkan. Pemerintah telah menghimbau bahwa kegiatan kebudayaan dapat dilakukan secara daring. Paguyuban Rawitsari Mulya sendiri pada akhirnya memberikan materi melalui media sosial WhatsApp kepada peserta-pesertanya, namun cara ini dianggap kurang efektif karena sebagian anak-anak dan orang tua di Dusun Jajar belum memiliki ponsel pintar.

Paguyuban seni Rawitsari Mulya merupakan organisasi kecil yang memiliki peran besar bagi negara yaitu melestarikan kebudayaan tradisional yang semakin hari semakin memudar. Dukungan, baik dalam bentuk moral dan materi, serta masukan positif sangat diperlukan untuk tetap menjaga keberlangsungan paguyuban Rawitsari Mulya terlebih di masa pandemi ini. Semoga pengembang serta anggota paguyuban seni Rawitsari Mulya tetap semangat melestarikan kebudayaan nasional Indonesia.

Sumber: Wawancara daring bersama Bapak Hendra Setyawan S.I.Pust.

About sendang-wonogiri 627 Articles
kami hanya sangat ingin tahu...kami ingin meniru mereka yang luar biasa, yang sederhana dalam ucapan dan tulisan, tetapi hebat dalam tindakan...

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan