Ditengah pandemi Covid-19, bantuan program Sembako Mei mulai disalurkan

sendang-wonogiri.desa.id – Program bantuan pangan non tunai (BPNT) yang telah bertransformasi menjadi program Sembako pada Bulan Mei mulai ini telah disalurkan ke seluruh e-warong di Kecamatan Wonogiri. E-Warong Mulya Barokah, Desa Sendang milik Suyud (73th) juga telah menyalurkan bantuan kepada keluarga penerima manfaat (KPM) pada Minggu (17/5). Suyud mulai membuka pelayanan setelah menerima pengiriman beras, telur dan daging ayam dari supplier. Ia harus mengambil beras dan telur di kantor Kecamatan Wonogiri yang berjarak 7 km dari rumahnya.

sembako-mei

E-Warong Mulya Barokah Sendang mulai menyalurkan program sembako Bulan Mei untuk 102 KPM, Minggu (17/5). (Dok.desa.id – Foto : ag)

Pelayanan pengambilan telur disesuaikan dengan data sasaran keluarga penerima manfaat (KPM). E-warong milik Suyud menyalurkan beras dan telur ke KPM setelah menerima daftar penerima BNBA (by name by address) yang disampaikan oleh TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan). Sebelum mencairkan bantuan, Suyud dibantu menantunya, Maya (36th) harus mengecek masing-masing kartu ATM dari KPM apakah telah menerima transfer dana bantuan Sembako atau belum. Jika saldo di ATM telah terisi maka bantuan dapat dicairkan.

Bulan Maret lalu Suyud mengelola 82 KPM di Desa Sendang. Bulan Mei ini ada tambahan 22 KPM baru karena adanya usulan baru KK Miskin karena adanya dampak pandemi Covid-19. Setiap KPM mendapat satu paket Sembako yang berisi beras (9kg), telur(1kg), kentang senilai Rp.6000, tempe senilai Rp.5000, tahu senilai Rp.5000, dan daging ayam 2 kg. Nilai satu paket Sembako itu sama dengan dana bantuan sosial yang diterima KPM setiap bulan, yakni Rp 200.000. Dari 104 KPM ada 2 KPM yang gagal mencairkan karena saldo nol dan error 06. KPM yang gagal ini tetap didata dan dilaporkan ke Dinas Sosial Kabupaten melalui TKSK.

sembako-mei

Polsek Wonogiri Kota ikut memonitoring penyaluran program sembako di e-warong Mulya Barokah, Minggu (17/5). (Dok.desa.id – Foto : ag)

Menurut Maya, salah satu keluarga pengelola e-warong Mulya Barokah mengatakan bahwa Polsek Wonogiri Kota dan TKSK Kecamatan Wonogiri selalu monitoring penyaluran beras dan telur kepada KPM Desa Sendang, baik melalui grup whatsapp e-warong maupun memantau langsung ke lokasi e-warong. Kendala yang sering ditemui saat KPM melakukan transaksi yakni beberapa KPM lupa dengan PIN pada kartu ATM-nya. Dan sebagai solusinya KPM harus kembali ke rumah untuk mengambil amplop tempat kartu ATM yang telah dibagikan beberapa waktu lalu. Karena PIN tersebut tertera didalam amplop. “Bulan ini ada tambahan 22 KPM baru, saya sarankan kepada KPM kalau ganti PIN yang mudah diingat, dan ada salah satu anggota keluarga yang diberitahu. Jadi kalo lupa ada yang mengingatkan,” jelasnya.

sembako-mei

KPM yang akan mengambil sembako tetap mengikuti protokol kesehatan yakni memakai masker dan cuci tangan. (Dok.desa.id – Foto : ag)

Maya mengatakan bahwa kendala yang dihadapi saat proses penyaluran Sembako bulan Mei ini adalah pengambilan beras dan telur harus ke kantor kecamatan Wonogiri dua kali dengan selisih waktu lama. “Beras datang habis duhur sedangkan telur datang jam 21.00 WIB. Jadi kita nunggu cukup lama. Kalau pencairan ke KPM lancar,” pungkas Maya.

KPM mengambil sembako dengan mengikuti protokol kesehatan yakni memakai masker dan cuci tangan pakai di tempat yang telah disediakan. Mereka juga tertib mengantri untuk menerapkan social distancing. (admin)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan