Upaya desa dalam penanganan dan pencegahan Covid 19

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id – Wabah virus corona atau Covid-19 masih terus menyebar di Indonesia. Jumlah pasien yang positif terjangkit Covid-19 juga kian bertambah setiap harinya. Pemerintah pusat pun sudah melakukan langkah-langkah cepat untuk mencegah penyebaran wabah tersebut. Mulai penghentian aktifitas yang mengumpulkan banyak orang, seruan sosial distancing, serta meliburkan semua aktifitas untuk mencegah penularan virus ini. Tidak hanya itu seluruh jajaran pemerintahan diperintahkan untuk berperan aktif dalam pencegahan wabah ini. Sejalan dengan langkah tersebut, Pemerintah Desa Sendang, Wonogiri, Jawa Tengah melakukan berbagai upaya cepat untuk penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di wilayahnya.

pencegahan-covid19

Pemdes melalui kader posyandu memasang leaflet himbauan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 di tempat-tempat strategis. (Dok.desa.id – Foto : Eka)

Setelah membentuk Satgas Relawan Desa Tanggap Covid-19, Pemdes Sendang melakukan upaya preventif bersama elemen terkait. Pertama, bersama dengan Tim Promosi Kesehatan Puskesmas Wonogiri I melakukan edukasi terkait Covid-19 kepada masyarakat menggunakan mobil keliling ke berbagai dusun. Kedua, membagikan bahan disinfektan kepada masing-masing RT untuk disemprotkan terutama pada fasilitas umum seperti masjid, balai pertemuan RT, sekolahan, dan pos ronda. Menurut Kepala Desa Sendang, Sukamto Priyowiyoto, menuturkan kepada reporter sendang-wonogiri.desa.id bahwa pemerintah desa sudah menganggarkan dana tanggap darurat bencana.

pemberian-desinfektan

Kades Sendang, Sukamto saat menyerahkan bantuan bahan disinfektan kepada karang taruna untuk melakukan penyemprotan di tempat-tempat strategis. (Dok.desa.id – Foto : Eka)

“Saat ini dana masih mencukupi untuk membantu penyaluran bahan disinfektan ke masing-masing RT, juga pemberian sembako kepada warga ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang dalam kondisi kurang mampu,” jelasnya di kantor desa, Kamis (10/4).

penyerahan-sembako

Kades Sendang, Sukamto saat menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak wabah Covid-19. (Dok.desa.id – Foto : Eka)

Ia menambahkan, jika terjadi kekurangan dana maka pemerintah desa akan bermusyawarah dengan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) untuk membuat perubahan APBDes. Saat ini berbagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 juga dilakukan pemerintah desa dengan memasang baliho-baliho imbauan kewaspadaan di tempat strategis. Juga penutupan sementara obyek wisata yang dikelola BUMDes sebagai upaya mengurangi kontak fisik atau penerapan sosial distancing. Di kantor desa dan kantor BUMDes juga disediakan tempat cuci tangan dan cairan pembersih tangan bagi masyarakat.

tempat-cuci-tangan

Pemdes menyediakan tempat cuci tangan di kantor desa dan kantor BUMDes sebagai upaya pencegahan wabah Covid-19. (Dok.desa.id – Foto : Eka)

Sukamto Priyowiyoto juga mengimbau kepada para perantau untuk sementara menunda rencana mudik tahun ini. Dan saat ini terdapat 38 orang yang sudah mudik. Ia tetap menerapkan protokol kesehatan kepada para pemudik yakni karantina mandiri selama 14 hari, jika terjadi keluhan seperti demam, batuk, pilek, pusing maupun muntah untuk segera periksa ke layanan kesehatan terdekat.

Sedangkan bagi warga usia pelajar yang saat ini diberlakukan program Learning at home atau belajar dirumah melalui online, pemdes juga menyediakan akses free wifi di kantor desa maupun di kantor sekretariat BUMDes. Ini sebagai upaya keterlibatan desa dalam membantu masyarakat di bidang pendidikan. (adm)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan