Uji publik data kemiskinan di RW 5, berapa KK yang masih layak miskin?

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id │ Lima orang fasilitator Desa Sendang melakukan uji publik data kemiskinan di RW 5 (Dusun Nglegong dan Dusun Kolotoko) bertempat di rumah Setu (52th), Rabu (5/12/2019). Hadir pada uji publik 33 peserta (Kadus, ketua RW, ketua RT, dan warga) dari kedua dusun tersebut. Warga sengaja diundang oleh fasilitator desa untuk melakukan pencermatan data kemiskinan yang telah disiapkan oleh fasilitator dengan mengambil sumber data Pembaharuan Basis Data Terpadu (PBDT) milik Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri. Hadir pula, Arini, perwakilan dari Yayasan Jerami (Jejaring Rakyat Miskin) yang menyaksikan jalannya uji publik data kemiskinan di RW 5.

uji-publik-data-kemiskinan

Kadus Nglegong, Setu, saat membuka kegiatan uji publik data kemiskinan di RW V, Rabu (4/12). (Dok.desa.id – Foto : Fasdes)

Salah satu anggota fasilitator desa Sendang, Wahyu Eka Sari, mengatakan data warga miskin di Dusun Nglegong dan Dusun Kolotoko yang terdapat pada data PBDT sebanyak 18 KK. Setelah warga mendapatkan pemahaman tentang pentingnya data kemiskinan yang akurat, valid yang disusun secara partisipatif dari para fasilitator, diharapkan masyarakat berpartisipasi aktif terlibat dalam tahapan pencermatan data KK miskin.

“Setelah dilakukan pencermatan bersama warga, dari data kk miskin dalam PBDT sebanyak 18 KK sekarang tinggal 8 KK yang masih layak disebut sebagai KK miskin. 10 KK disepakati sudah tidak layak dengan beberapa alasan diantaranya penghasilan sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, memiliki aset rumah, sawah, ternak. Bahkan 3 KK menyatakan sendiri kalau mereka sudah berhasil mandiri (graduasi),” jelas Sari Retno Ningrum, fasilitator desa Sendang saat uji publik di Dusun Nglegong, Rabu (4/11).

uji-publik-data-lemiskinan

Fasilitator melaksanakan uji publik data kemiskinan di RW V bertempat di rumah kepala Dusun Nglegong, Rabu (4/12). (Dok.desa.id – Foto : Fasdes)

Dalam uji publik data kemiskinan di RW 5, masyarakat mengusulkan 2 KK miskin masuk dalam daftar usulan baru kk miskin. Menurut ketua RT 01, Jaman (52th), kedua KK tersebut saat ini dalam kondisi hidup dalam kekurangan. “Salah satunya belum punya rumah, masih menumpang, tidak punya aset, penghasilan dia bekerja serabutan dan hasilnya juga tidak mencukupi untuk menghidupi keluarganya,” terang Jaman saat mengusulkan warganya yang disetujui oleh warga yang hadir saat uji publik.

fasilitator-desa

Fasilitator desa memandu kegiatan uji publik data kemiskinan di RW V. (Dok.desa.id – Foto : Fasdes)

Uji publik data kemiskinan di RW 5 berlangsung dengan lancar dan diwarnai dengan interaktif yang cukup hidup antara fasilitator dengan warga. Dengan keterlibatan warga dalam proses pencermatan data kemiskinan diharapkan program dari pemangku kebijakan untuk menentukan program pengentasan kemiskinan tidak salah sasaran. Selanjutnya daftar nama kk miskin yang sudah diklarifikasi maupun usulan baru masih sebagai daftar warga miskin sementara. (admin-fasdes)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan