Puskesmas Wonogiri II gelar penyuluhan peningkatan kesehatan bagi penambang batu

sendang-wonogiri.desa.id │Minggu (13 Oktober 2019), Puskesmas Wonogiri II sengaja mengundang warga penambang batu di Desa Sendang yang tergabung dalam paguyuban Selo Manunggal. Hal itu terkait penyuluhan tentang peningkatan kesehatan bagi pekerja penambang batu. Sejumlah 38 orang yang berprofesi sebagai penambang batu dari Dusun Selopukang dan Dusun Gondanglegi, kepala desa dan perangkat desa hadir dalam kegiatan tersebut.

pemeriksaan-kesehatan

Peserta mengikuti pendaftaran pemeriksaan kesehatan oleh kader posbindu di ruang TP PKK Desa Sendang, Minggu (13/10/2019) (Dok.desa.id – foto : Agung

Sebelum acara dimulai, semua peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis yang dilakukan oleh kader posbindu Desa Sendang dibantu Tim Puskesmas Wonogiri II. Pemeriksaan dimulai dari tekanan darah, gula darah, kolesterol. Ditambah dengan ukur berat dan tinggi badan, lingkar perut, dan dilanjutkan konsultasi masalah kesehatan. Peserta sangat antusias mengikuti pemeriksaan untuk mengetahui tingkat kesehatan mereka masing-masing.

penyuluhan-kesehatan

Kades Sendang, Sukamto Priyowiyoto (pegang mic) saat membuka penyuluhan kesehatan bagi penambang batu di ruang TP PKK Desa Sendang, Minggu (13/10/2019) (Dok.desa.id – foto : Agung

“Desa Sendang memiliki topografi pegunungan berbatu, banyak warga Desa Sendang yang memiliki mata pencaharian sebagai penambang batu. Kami sangat berterima kasih kepada Tim Puskesmas Wonogiri II yang telah mengadakan program penyuluhan keselamatan dan kesehatan kerja bagi warga penambang batu. Semoga program ini bisa berkelanjutan,” kata Kepala Desa Sendang, Sukamto Priyowiyoto saat membuka kegiatan penyuluhan pola hidup sehat bagi pekerja penambang batu di kantor PKK Desa Sendang, Minggu (13/10).

usaha-kesehatan-kerja

Para penambang batu menerima materi Usaha Kesehatan Kerja (UKK) di ruang TP PKK Desa Sendang, Minggu (13/10/2019) (Dok.desa.id – foto : Agung

Ia menambahkan, penambang batu diharapkan juga memiliki kepedulian tentang dampak lingkungan. Jangan sampai area tambangnya menimbulkan dampak negatif seperti longsor. Saat ini para penambang batu di Desa Sendang sebagian besar menambang di tanah mereka sendiri. Lokasi penambangan ada di Dusun Jajar, Gondanglegi, dan Selopukang. Mereka tergabung dalam paguyuban Selo Manunggal.

Trisni Jumiarsih, AMKL Puskesmas Wonogiri II saat memberikan pemaparan materi keselamatan (safety) bagi pekerja menegaskan bahwa derajat kesehatan seseorang dipengaruhi empat faktor. Dimulai dari faktor lingkungan, faktor perilaku, faktor pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan. Diharapkan setiap penambang batu mengutamakan keselamatan saat bekerja, membiasakan memakai Alat Pelindung Diri (APK) seperti helm, sarung tangan, sepatu, dan masker.

petugas-kesehatan

Endang Puji Astuti, Promkes Puskesmas Wonogiri II saat menyampaikan materi Usaha Kesehatan Kerja (UKK) di ruang TP PKK Desa Sendang, Minggu (13/10/2019) (Dok.desa.id – foto : Agung

Dilanjutkan pemateri kedua, Endang Puji Astuti, petugas Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Wonogiri II tentang Usaha Kesehatan Kerja (UKK). Ia menyarankan kepada pemerintah desa untuk membuatkan legalitas/keputusan kepala desa terkait paguyuban penambang batu. Hal itu akan mempermudah koordinasi dengan seluruh anggota paguyuban tersebut. Karena paguyuban penambang batu sifatnya organisasi informal sehingga urusan kesehatan harus ditanggung sendiri. Untuk itu gaya hidup mulai dari pola makan, pola minum, pola pikir, dan olahraga harus dikelola sendiri. “Gaya hidup bagus, penyakit tidak cepat datang. Gaya hidup jelek maka penyakit cepat datang,” tegasnya.

Kedepan Puskesmas diharapkan bukan lagi sebagai tempat untuk mengobati, tapi bertugas mempromosikan kesehatan dan mencegah terjadinya penyakit (preventif). “Masyarakat harus mulai peduli dan peka terhadap masalah kesehatan. Kelola gaya hidup yang baik. Jauhi merokok, minuman keras, dan berolahragalah secara rutin,” pungkas Endang Puji Astuti. (Admin)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan