Bappeda Wonogiri menggagas pengembangan Sistem Informasi Kesejahteraan (SIK) yang terintegrasi dengan SID

sendang-wonogiri.desa.id, WONOGIRI | Program penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Wonogiri yang pelaksanaannya terpadu dalam Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), mengintegrasikan empat pendekatan untuk menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Wonogiri. Demikian disampaikan oleh Baroto Eko Pujanto, mewakili Kepala BAPPEDA dan Litbang Kabupaten Wonogiri pada Rakor penerapan sistem informasi kesejahteraan (SIK) yang terintegrasi dengan sistem informasi desa (SID) di ruang pertemuan Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri, Kamis (12/9/2019). Hadir dalam rakor tersebut perwakilan dari Dinas Sosial Wonogiri, Kepala Desa/Lurah dari Desa Sendang, Desa Wonoharjo, Desa Manjung, Kelurahan Giritirto, Kelurahan Wuryorejo, Tenaga Ahli Dinas PMD Wonogiri, dan Pendamping Desa (PD).

bappeda-wonogiri

Rakor Bappeda Wonogiri menggagas penerapan aplikasi SIK yang akan diintegrasikan dengan SID

Empat pendekatan tersebut mengacu pada program penurunan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah, yang meliputi mengurangi beban pengeluaran keluarga (jaring pengaman sosial), meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin, meningkatkan dan menjamin keberlangsungan usaha mikro dan kecil, serta mensinergikan kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan tersebut.

Lebih lanjut Baroto Eko Pujanto menjelaskan, tantangan upaya penyelesaian kemiskinan ada beberapa faktor, antara lain masih banyak data warga yang lebih miskin justru tidak masuk dalam data nasional. “Faktor lain yakni tidak tepatnya sasaran Program karena kurang akurasinya data dan lemahnya informasi kebutuhan masyarakat miskin,” jelasnya.

Ia menambahkan tidak terdistribusinya data kemiskinan pada setiap stake holder pembangunan kabupaten menyebabkan masing-masing bekerja dengan data yang dimiliki masing-masing (belum singgle data). Faktor ini menjadi salah satu dasar untuk menggagas pengembangan Sistem Informasi Kesejahteraan (SIK) yang terintegrasi Dengan Sistem Informasi Desa (SID) di Wonogiri.

aplikasi-SIK

Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri menunjuk 3 desa dan 2 kelurahan di Kecamatan Wonogiri untuk menjadi pilot project pengembangan sistem informasi kesejahteraan ini. Tiga desa tersebut adalah Desa Sendang, Desa Wonoharjo, dan Desa Manjung. Sedangkan dua kelurahan tersebut adalah Kelurahan Giritirto dan Kelurahan Wuryorejo. Tiap desa/kelurahan pilot project diminta mempersiapkan 5 orang yang akan dilatih sebagai fasilitator.

aplikasi-sik

Tampilan Aplikasi SIK yang akan diintegrasikan dengan SID

Sementara itu, Zakaria dari PT Jerami Surakarta sebagai pihak swasta yang mengembangkan metodologi dan aplikasi berbasis keluarga rencananya akan memberikan penguatan pelatihan kapasitas dan uji publik tingkat RW, Dusun. Selanjutnya data hasil uji publik tersebut akan dibawa dalam musrenbang data di tingkat desa. Output dari gagasan program pengembangan SIK yang terintegrasi dengan SID ini adalah mengurangi kerentanan dan kerawanan munculnya warga miskin baru.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, angka kemiskinan Kabupaten Wonogiri pada tahun 2017 sebesar 12,90%, dan dengan berbagai program yang dilakukan, diharapkan angka tersebut dapat terkoreksi, setidaknya mendekati angka kemiskinan Provinsi Jawa Tengah yang pada kuartal ketiga tahun 2018 berada pada angka 11,32%.

Optimisme tersebut berpijak pada sejumlah indikasi, antara lain angka pertumbuhan ekonomi yang terjaga diatas 5%, dan Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang semakin membaik dari tahun ke tahun. Pada tahun 2010 IPM Kabupaten Wonogiri 63,90%, dan terakhir pada tahun 2016 pada angka 68,23%. Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2018 mampu menjangkau lebih banyak keluarga, 42.404 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sementara pada tahun 2017 26.483 KPM.

Program lain yang terintegrasi dan terkoordinasi adalah, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), dimana pada tahun 2018 dari berbagai sumber ditargetkan 1.889 RTLH yang direhab. Program rehabilitasi RTLH diintegrasikan dengan program elektrifikasi (sambungan listrik) khususnya untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). (adm)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan