Halal bi halal SEJAGO cermin kerukunan antar warga di Desa Sendang

sendang-wonogiri.desa.id │ Jumat (7/6/2019), Dusun Selopukang, Desa Sendang menjadi tuan rumah pelaksanaan Halal Bi Halal “SEJAGO”. Tiap tahun pelaksanaan halal bi halal ini selalu berpindah tempat sesuai dengan giliran. Setelah tahun 2019 ini Dusun Selopukang menjadi tempat pelaksanaan halal bi halal, tahun 2020 mendatang tempatnya berpindah ke Dusun Jajar, kemudian tahun berikutnya di Dusun Gondanglegi. Giliran tersebut sesuai dengan urutan yang telah disepakati warga tiga dusun. Nama “SEJAGO” diambil dari gabungan nama tiga dusun yakni Dusun Selopukang, Dusun Jajar dan Dusun Gondanglegi. Kegiatan ini sudah berjalan puluhan tahun dan masih bertahan hingga sekarang.

Warga Sejago mengikuti acara halal bi halal di balai dusun Selopukang, Jum’at (7/6) (Dok. desa.id – foto : Bedi)

Selain mempererat tali silaturahim, kegiatan ini juga untuk memperkuat kerukunan dan gotong royong antar warga. Kegiatan halal bi halal ini juga memerlukan persiapan yang membutuhkan kerja sama. Seandainya kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga Desa Sendang tentu akan menjadi contoh yang baik.

Ketua panitia halal bi halal Sejago, Budi Santoso saat memberikan sambutan pada acara halal bi halal di balai dusun Selopukang, Jum’at (24/5) (Dok. desa.id – foto : Bedi)

Halal bi halal “SEJAGO” di Dusun Selopukang tahun 2019 ini bertempat di balai dusun Selopukang. Acara dibuka pada pukul 20.00 WIB oleh panitia yang diwakili oleh Budi Santoso dengan mengucapkan bacaan basmallah bersama. Selanjutnya acara kedua adalah pembacaan ayat suci Al Quran yang oleh Adinda Sindy Aprilia dan Adinda Ely Ginastya. Kemudian sambutan dari masing – masing dusun yang diwakili oleh tokoh masyarakat masing – masing.

halal-bi-halal

Taufik (Perwakilan pemuda) mengucapkan ikrar permohonan maaf kepada Bp Samino (Perwakilan orang tua) pada acara halal bi halal Sejago (Dok.desa.id – foto : Bedi)

Acara kemudian dilanjutkan dengan sungkem simbolis yang di wakili oleh Taufik sebagai perwakilan dari para pemuda dan Bapak Samino sebagai perwakilan sesepuh SEJAGO. Makna dari sungkem simbolis ini adalah sebagai simbol permohonan maaf dari pihak yang lebih muda kepada orang yang lebih tua. Karena adat yang telah ada, setelah hari raya Idul Fitri tiba masyarakat Indonesia selalu melakukan Halal bi halal atau maaf memaafkan dengan sanak saudara ataupun dengan para tetangga.

Ustad KH. Khomarudin Zuhri, SH saat memberikan siraman rohani pada acara halal bi halal di balai dusun Selopukang, Jum’at (24/5) (Dok. desa.id – foto : Bedi)

Setelah selesai sungkem simbolis dilanjut dengan acara inti yaitu renungan Qalbu bersama KH. Khomarudin Zuhri, S.H. Beliau memberikan gambaran–gambaran tentang umat manusia yang tidak mau menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Dalama khotbahnya beliau mengatakan, “Ibadah itu gratis, kenapa banyak yang tidak mau melaksanakan? Mari kita bersama – sama memperbaiki ibadah kita sebagai bekal untuk menghadap yang Kuasa”. Setelah banyak materi yang di sampaikan oleh beliau acara berakhir pada pukul 22.00 WIB. Acara ditutup dengan doa dan jabat tangan seluruh warga yang hadir dalam acara halal bi halal. (Kiriman warga : Edi S)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan