Bagaimana penggunaan obat saat berpuasa?

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id – Saat bulan puasa tiba, sering muncul pertanyaan bagaimana cara menggunakan obat saat sedang berpuasa? Apakah akan membatalkan puasa? Obat apa saja yang tidak membatalkan puasa? Kalau terpaksa harus minum obat, bagaimana cara minumnya?

Penyakit memang tidak memandang waktu datangnya. Termasuk saat berpuasa. Tidak banyak orang yang mengerti betul tentang aturan pakai obat saat berpuasa sehingga terapi tidak berjalan dengan baik. Padahal penyakit yang tidak terobati dengan benar akan mengacaukan puasa kita.

Obat-obat yang diperbolehkan digunakan saat puasa

Tidak semua penggunaan obat membatalkan puasa, yaitu dalam bentuk yang tidak diminum melalui mulut dan masuk saluran pencernaan.

Beberapa bentuk sediaan obat yang tidak membatalkan puasa antara lain:

1. Obat yang diserap melalui kulit. Contoh: krim, salep, gel dan plester
2. Obat yang diselipkan dibawah lidah. Contoh: nitrogliserin untuk angina pectoris
3. Obat-obat yang disuntikkan, baik melalui kulit, otot, sendi dan vena. Kecuali pemberian makanan melalui intravena.
4. Obat tetes mata, hidung atau telinga
5. Obat kumur, sejauh tidak tertelan
6. Obat asma berbentuk inhaler
7. Pemberian gas oksigen dan anastesi
8. Ovula, Suppositoria dan Enema

Bagaimana penggunaan obat minum saat puasa?

Frekuensi dan Cara Minum Obat
1 kali sehari = Saat berbuka puasa atau saat sahur
2 kali sehari = Saat berbuka puasa dan saat sahur
3 kali sehari = Saat berbuka puasa, menjelang tengah malam (sekitar pukul 23.00) dan saat sahur

Jika obat diminum 3 kali sehari, maka penggunaan selama berpuasa sebaiknya dibagi dalam rentang waktu yang sama, yaitu setiap 5 jam.

Bagaimana penggunaan obat sebelum dan sesudah makan?

Selama bulan Ramadhan perlu diperhatikan aturan minum obatnya, apakah sesudah atau sebelum makan.

• Jika aturannya 1 kali sehari sebelum makan: obat bisa diminum pada saat sahur (setengah jam sebelum makan) atau pada saat berbuka (setengan jam sebelum makan). Gunakan sesuai anjuran, apakah biasanya pagi atau malam. Misalnya obat hipertensi yang sebaiknya diminum pada pagi hari dan obat kolesterol yang sebaiknya diminum pada malam hari. Usahakan waktu minum obatnya selalu konsisten.

• Jika aturannya 1 kali sehari setelah makan, obat bisa diminum seperti diatas, hanya saja diminumnya ± 5-10 menit setelah makan besar.

Islam membolehkan orang yang sakit untuk tidak berpuasa. Jika sakit Anda cukup berat dan ingin berpuasa, konsultasikan pada dokter Anda apakah boleh berpuasa atau tidak. Tidak perlu memaksakan puasa jika kondisi fisik tidak memungkinkan.

Jika memungkinkan berpuasa, konsultasikan pada dokter atau apoteker Anda untuk memastikan penggunaan obat secara benar agar keberhasilan pengobatan dapat tercapai. (Mbing / UPTD Puskesmas Wonogiri 1)

Facebook Comments

2 Respon

  1. Bambang H berkata:

    terimakasih mas agung

Tinggalkan Balasan