Kecamatan Wonogiri gelar Tirakatan Hari jadi Wonogiri ke 278, Nyawiji Mbangun Wonogiri

WONOGIRI,sendang-wonogiri.desa.id – Pemerintah Kecamatan Wonogiri mengadakan acara malam tirakatan yang dilaksanakan untuk menyambut hari jadi Wonogiri ke 278 Tahun 2019. Acara dilaksanakan pada hari Jumat, 17 Mei 2019 dengan tema Nyawiji Mbangun Wonogiri. Tirakatan dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas diberikan umur yang panjang, diberikannya ketentraman dan kerukunan untuk warga masyarakat serta kepemerintahan. Tradisi malam tirakatan tak hanya di selenggarakan di kecamatan namun juga di dusun-dusun di lingkungan masyarakat lokal.

Malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke 278 di pendopo kecamatan Wonogiri (Dok. desa.id – foto : Dewi)

Malam tirakatan yang dilaksanakan ba’da sholat tarawih di Pendopo Kantor Kecamatan Wonogiri, turut dihadiri Forkompincam yaitu Camat Wonogiri Drs Teguh Setiyono,MM, Kapolsek Wonogiri AKP Budiono, S.H, Danramil Wonogiri Kota Lettu Inf. Mulyono, Kepala Desa/Lurah beserta istri, Ketua dan pengurus TP-PKK Kecamatan Wonogiri, Dinas Nivo beserta semua staff, Ketua RW VI Giripurwo, Ketua RT 03 Salak, Toga dan Tomas, Ketua LPK Kel.Giripurwo, dan Staf Kecamatan.

Acara diisi dengan pembacaan sejarah singkat awal berdirinya Wonogiri hingga kini oleh Sujimin selaku MC. Sejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri dimulai dari embrio “kerajaan kecil” di bumi Nglaroh Desa Pule Kecamatan Selogiri. Di daerah inilah dimulainya penyusunan bentuk organisasi pemerintahan yang masih sangat terbatas dan sangat sederhana, yang dikemudian hari menjadi simbol semangat pemersatu perjuangan rakyat. Inisiatif untuk menjadikan Wonogiri (Nglaroh) sebagai basis perjuangan Raden Mas Said, adalah dari rakyat Wonogiri sendiri (Wiradiwangsa) yang kemudian didukung oleh penduduk Wonogiri pada saat itu.

Forkompincam hadir pada malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke 278 di pendopo kecamatan Wonogiri, Jum’at (19/5/2019) (Dok. desa.id – foto : Dewi)

Mulai saat itulah Nglaroh menjadi daerah yang sangat penting, yang melahirkan peristiwa-peristiwa bersejarah di kemudian hari. Tepatnya pada hari Rabu Kliwon tanggal 3 Rabi’ul awal (Mulud) Tahun Jumakir, Windu Senggoro : Angrasa retu ngoyang jagad atau 1666, dan apabila mengikuti perhitungan masehi maka menjadi hari Rabu Kliwon tanggal 19 Mei 1741 (Kahutaman Sumbering Giri Linuwih), Nglaroh telah menjadi kerajaan kecil yang dikuatkan dengan dibentuknya kepala penggawa dan patih sebagai perlengkapan (institusi pemerintah) suatu kerajaan walaupun masih sangat sederhana. Masyarakat Wonogiri dengan pimpinan Raden Mas Said selama penjajahan Belanda telah pula menunjukkan reaksinya menentang kolonial.

Jerih payah pangeran Samber Nyawa (Raden Mas Said) ini berakhir dengan hasil sukses terbukti dia dapat menjadi Adipati di Mangkunegaran dan bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya ( KGPAA) Mangkunegoro I. Peristiwa tersebut diteladani hingga sekarang karena berkat sikap dan sifat kahutaman ( keberanian dan keluhuran budi ) perjuangan pemimpin, pemuka masyarakat yang selalu didukung semangat kerja sama seluruh rakyat di Wilayah Kabupaten Wonogiri.

Pemotongan tumpeng oleh Camat Wonogiri, Teguh Setiyono diserahkan kepada dua remaja pada malam tirakatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke 278 di pendopo kecamatan Wonogiri (Dok. desa.id – foto : Dewi)

Setelah pembacaan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Wonogiri dilanjutkan sambutan Camat Wonogiri, Teguh Setiyono dan ditutup dengan do’a. Pada akhir acara dilakukan pemotongan tumpeng oleh Camat mewakili Forkompincam dan diberikan kepada dua remaja sebagai generasi penerus yakni Anggun Restu Wibowo dan Dewi Puspitasari. Para tokoh sesepuh kecamatan Wonogiri berharap dengan dilaksanakannya acara memperingati hari jadi Kabupaten Wonogiri ke 278, generasi muda dapat mengetahui perjuangan para pendahulu dan nyawiji mbangun Wonogiri untuk mewujudkan cita-citanya menuju Wonogiri yang sukses, aman, makmur, dan sejahtera. (dewi-pd)

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan