Jambore PKH, 763 keluarga Wonogiri mentas dari status miskin

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id – Di Wonogiri, ada 763 keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah berhasil menjadi mandiri. Keluarga-keluarga tersebut tidak lagi bergantung pada bantuan-bantuan PKH. Mereka enggan terus dianggap tak mampu dan jadi beban negara.

jambore-pkh

Berbagai atraksi dan pameran produk menyemarakkan jambore PKH Kabupaten Wonogiri, Selasa (9/4) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri Suwartono mengatakan, jumlah keluarga yang digraduasi tersebut merupakan terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Graduasi merupakan kondisi KPM PKH yang sudah memiliki status ekonomi tidak miskin. “Jumlah KPM di Wonogiri sampai saat ini sebanyak 39.339 keluarga. Kabupaten Wonogiri sudah menggraduasi 763 KPM. Angka itu merupakan tertinggi di Provinsi Jawa Tengah,” katanya saat mengadakan Jambore PKH di alun-alun Kabupaten Wonogiri, Selasa (9/4).

Selain itu, Wonogiri juga mendapatkan beberapa penghargaan. Antara lain juara pertama teamwork terbaik se-Jawa Tengah, juara ke dua Administrator Pangkalan Data (APD) se-Jawa Tengah, dan kabupaten terbaik ke tiga di Jawa Tengah. Adapun pendamping graduasi terbaik tingkat Kabupaten Wonogiri diraih Fitri Ciptaningtyas. Dia berhak memperoleh penghargaan itu karena jumlah KPM yang sudah mundur dari penerima bantuan PKH mencapai 94 keluarga.

Pendamping terbaik pemberdayaan KPM diraih Agus Saryanto yang mempu memberdayakan KPM melalui beberapa Kelompok Usaha Bersama (Kube). Sedangkan administrator pangkalan data terbaik diraih Wahyudi karena mampu mengolah data KPM PKH secara cepat dan tepat. “PKH Kabupaten Wonogiri juga memiliki 517 anak prestasi. Tentu saja prestasi tesebut bisa didapat atas kerja sama semua sumberdaya manusia (SDM) PKH dan menjadi pemecut meraih prestasi lebih baik lagi,” katanya.

jambore-pkh

Berbagai produk olahan makanan mengisi stand pada jambore PKH Kabupaten Wonogiri, Selasa (9/4) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Provinsi Jateng Sarjimo mengatakan, PKH di Jateng dimulai tahun 2011. Adapun kuota KPM untuk Jateng mencapai 1,5 juta keluarga. Sebanyak 39.000 di antaranya untuk Kabupaten Wonogiri. Ia menjelaskan masih banyak masyarakat yang semestinya dapat PKH, namun tidak menerima. Data warga miskin terhimpun dalam basis data terpadu (BDT). Dalam BDT, kategori miskin dibagi ke dalam kelompok-kelompok yakni sangat miskin, miskin, rentan miskin, dan tidak miskin. Yang diprioritaskan menerima PKH adalah kelompok sangat miskin. “Kadang ada protes, kenapa yang mampu kok menerima PKH. Ini mungkin karena waktu kali pertama menerima ia berstatus sangat miskin. Tapi seiring berjalannya waktu, ia meningkat kesejahteraannya. Solusinya ya melalui graduasi ini,” kata Sarjimo.

BDT ini, lanjut Sarjimo, dilaporkan oleh pemerintah kabupaten/kota langsung kepada kementerian. Data terakhir yang diterima Dinsos Jateng, ada 1,5 juta KPM dengan 194.000 di antaranya graduasi menjadi mandiri. Jumlah itu lebih kecil dibandingkan total populasi warga miskin Jateng yang diperkirakan mencapai 40 persen total populasi, atau sekitar 15 juta warga miskin.

jambore-pkh

KPM PKH dari Desa Sendang mengikuti jambore PKH Kabupaten Wonogiri, Selasa (9/4) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial Wonogiri, Suwartono, mengatakan kegiatan Jambore PKH itu dihadiri sekitar 2.000 orang. Selain silaturahmi antar-KPM, jambore itu juga diisi dengan pameran produk kelompok usaha bersama (KUB). “Mereka [KPM] kami latih. Kami beri stimulan membuat usaha. Hasil karya mereka yang bisa dijual bisa untuk menambah pendapatan,” kata dia. (admin)

About sendang-wonogiri 617 Articles
kami hanya sangat ingin tahu...kami ingin meniru mereka yang luar biasa, yang sederhana dalam ucapan dan tulisan, tetapi hebat dalam tindakan...

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan