Sosialisasi dan bimtek loket adminduk online mulai digelar Disdukcapil Wonogiri

WONOGIRI—sendang-wonogiri.desa.id – Masyarakat Wonogiri kini tak perlu repot-repot harus antre ke kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus layanan administrasi kependudukan (adminduk). Sebab, layanan itu kini telah terintegrasi dengan kantor desa dan kelurahan.

bimtek-adminduk

Sosialisasi dan bimtek loket adminduk online untuk operator desa dan kelurahan di RM. Sayem, Senin (8/4) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Sosialisasi dan bimbingan teknis proses integrasi layanan adminduk kini mulai dilakukan oleh Disdukcapil Wonogiri per Senin (8/4). Sosialisasi akan dilaksanakan hingga (26/4) di 4 lokasi yakni Rumah Makan Sayem Ngadirojo, Rumah Makan Cinta Abadi Baturetno, Rumah Makan Umbul Rejo Jatisrono, dan Rumah Makan Fajar 1 Slogohimo. Tahap pertama sosialisasi digelar untuk 9 desa dan 6 kelurahan di kecamatan Wonogiri. Targetnya, akhir April sudah terintegrasi ke seluruh desa dan kelurahan di 25 kecamatan. “Sekarang ini masih tahap sosialisasi dan bimtek untuk operator desa dan kelurahan. Mudah-mudahan akhir April sudah terintegrasi ke seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Wonogiri untuk mempermudah pelayanan adminduk masyarakat,” kata Kepala Disdukcapil Wonogiri, Sungkono, saat membuka training operator loket adminduk online di Rumah Makan Sayem, Ngadirojo, Senin (8/4/2019).

adminduk-online

Ka Disdukcapil Wonogiri, Sungkono saat membuka sosialisasi dan bimtek loket adminduk online di RM. Sayem, Senin (8/4) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Sungkono menjelaskan melalui integrasi itu warga tidak perlu lagi mengurus adminduk ke kantor Disdukcapil, tetapi cukup ke kantor desa atau kelurahan. Di sana, petugas akan menginput kebutuhan pemohon dan menghubungkan ke dalam sistem di Disdukcapil. “Semua layanan bisa dilakukan di kantor desa kecuali untuk perekaman KTP elektronik hanya bisa di kecamatan atau di kabupaten. Sebab, alat yang dimiliki terbatas,” imbuh dia.

Ia menerangkan dengan integrasi layanan itu diharapkan antrean pemohon di kantor Disdukcapil Wonogiri berkurang. Saat ini, setidaknya ada 400 kartu keluarga dan 15 akta kelahiran diterbitkan oleh Disdukcapil di Wonogiri. “Jumlah itu baru pemohon KK dan Akta Kelahiran belum yang lainnya. Jadi setiap kantor itu ramai antrean pemohon. Dengan integrasi ini nanti diharapkan kantor sepi antrean tapi semua pegawai dinas tetap bekerja maksimal,” harap dia.

adminduk-online

Operator desa dan kelurahan mengikuti bimtek loket adminduk online, Senin (8/4) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Ke depan, Disdukcapil memproyeksikan layanan adminduk bahkan bisa diakses melalui aplikasi android. Dengan demikian, warga mengurus permohonan tanpa harus mendatangi kantor tapi bisa langsung dari ponsel masing-masing. “Kami proyeksikan akhir April semoga bisa launching. Kami terus berusaha agar pelayanan adminduk bagi masyarakat ini optimal,” urai Sungkono didampingi Kabid PIAK Disdukcapil Wonogiri, Totok Sugiyarto.

Dalam bimtek tersebut Tenaga Ahli Disdukcapil Wonogiri, Ervan menjelaskan tahap demi tahap cara input data hingga uploud berkas kedalam aplikasi. Seluruh peserta mempraktekkan melalui laptop maupun android tanpa kesulitan. Sekretaris Desa Sendang, Agung Susanto, mengatakan Desa Sendang menjadi salah satu dari 25 desa tempat uji coba integrasi layanan Disdukcapil sejak Maret lalu. Loket adminduk online desa Sendang telah menyelesaikan delapan pengajuan akte kelahiran dan akte kematian. Ia berpendapat, kendati menambah volume pekerjaan perangkat desa, integrasi itu bisa mengoptimalkan layanan adminduk bagi masyarakat. Masyarakat yang tidak punya waktu bisa memangkas jarak dan waktu antrean. “Tahapan proses adminduk itu kami pantau lewat loket online. Masyarakat bisa mengambil hasil layanan adminduk kalau benar-benar sudah selesai. Masyarakat bisa mengambil sendiri ke kantor Disdukcapil atau ke kantor desa. Waktu untuk antre bisa dimanfaatkan buat bekerja,” kata Agung.

Integrasi ini juga didukung oleh koneksi internet yang lancar di kantor desa. Peralatan yang digunakan untuk layanan adminduk online ini telah dianggarkan dalam APBDes 2019 dengan sumber dana PAD, yakni pengadaan komputer dan mesin scanner. Ia berharap, layanan adminduk bisa lebih dekat lagi misalnya melalui android. “Mudah-mudahan ke depan bisa diakses melalui android. Kalau sementara ini mereka sudah memangkas jarak dari desa ke kantor Disdukcapil,” terang Agung. (Admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan