Menggali gagasan dari kelompok kader kesehatan, pendidikan dan karang taruna dalam penyusunan RPJMDes

SENDANG – sendang-wonogiri.desa.id │ Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa sebagai dokumen perencanaan pembangunan desa adalah suatu proses untuk menentukan tindakan masa depan desa bersama masyarakat. Tanpa perencanaan, program pembangunan desa menjadi daftar kegiatan tanpa arah tujuan. Perencanaan pembangunan desa merupakan bagian integral (berkesinambungan) dan holistik dari sistem perencanaan pembangunan daerah yang mengindikasikan arah kebijakan pemerintah pusat yang perlu dijabarkan lebih rinci dalam arah kebijakan dan program di daerah, sekaligus memperkuat kesinambungan dengan kebutuhan pengembangan masyarakat di tingkat lokal/Desa.

musyawarah-kelompok

Hari pertama musyawarah kelompok sukarelawan, karang taruna, kader pendidikan dan kader kesehatan dalam rangka tahapan penyusunan RPJM Desa Sendang (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Terkait hal tersebut, Pemerintah desa (Pemdes) Sendang menggelar musyawarah desa (musdes) berbasis sektoral atau kelompok-kelompok tertentu. Pertemuan dibagi menjadi lima sesuai kelompok dan dilaksanakan selama 2 hari. Kelompok I terdiri atas karang taruna dan sukarelawan, kelompok II diisi kader kesehatan, dan kader pendidikan. Kelompok III diisi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kelompok IV diisi petani dan nelayan, dan kelompok V terdiri atas perempuan dan penerima bantuan sosial.

Hari pertama, Senin (25/2) digelar musyawarah kelompok I dan II. Musyawarah kelompok karang taruna dan sukarelawan dilaksanakan pada sesi pagi sedangkan kelompok kader kesehatan dan kader pendidikan pada siang hari. Dua kelompok ini dipandu oleh Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Hadir. Dari dua kelompok tersebut muncul banyak gagasan antara lain karang taruna dengan usulan kewirausahaan bidang perikanan, sedangkan kader posyandu menyampaikan gagasan membentuk posbindu. Kader pendidikan memunculkan soal optimalisasi perpustakaan desa dan pengaturan jam belajar anak.

musyawarah-kelompok

Musyawarah kelompok kader pendidikan dan kader kesehatan dalam rangka tahapan penyusunan RPJM Desa Sendang (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Tenaga Ahli Pembangunan Partisipatif P3MD Wonogiri, Satya Graha, menjelaskan terobosan ini dibuat untuk mendorong desa dapat menjawab tantangan berat, terutama dalam mewujudkan kemandirian desa. Kunci untuk bisa mencapainya adalah dokumen RPJM Desa. Oleh karena itu tenaga ahli PMD membuat konsep musdes berbeda dengan cara konvensional, yakni musdes berbasis sektoral. Hal itu supaya ide atau program tidak melulu soal infrastruktur. Ini penting karena desa ke depan dituntut mampu berdikari dalam semua aspek, seperti ekonomi dan sosial.

Dengan melibatkan kelompok-kelompok warga seperti kader kesehatan, kader pendidikan, dan karang taruna bisa muncul program baru, seperti pembuatan perdes untuk pengaturan jam belajar anak, pembentukan posbindu, pengembangan olahraga paralayang, dan sebagainya. Jika pembangunan masih berkutat pada infrastruktur, desa akan sulit menjawab tantangan itu.

musyawarah-kelompok

Tenaga ahli PMD memandu musyawarah kelompok dalam rangka penyusunan RPJM Desa Sendang (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Kades Sendang, Sukamto Priyowiyoto, menilai penerapan pola baru dalam penghimpunan usulan sebagai bahan penyusunan RPJM desa merupakan terobosan baru. Dia akan menerima gagasan warga untuk mewujudkan visi misinya dalam membangun desa hingga enam tahun ke depan. Usulan dari warga akan disusun oleh tim khusus sebanyak 11 orang dari unsur LPM, KPMD, perangkat desa, dan perempuan. Tim penyusun RPJM Desa Sendang telah ditetapkan melalui SK Kepala Desa Sendang Nomor 15 tahun 2019. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan