Layanan adminduk online Disdukcapil Wonogiri pangkas jarak dan hemat waktu bagi pemohon

WONOGIRI—sendang-wonogiri – Warga Wonogiri kini tak perlu repot-repot harus antre ke kantor Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mengurus layanan administrasi kependudukan (adminduk). Sebab, layanan itu kini terintegrasi dengan kantor desa.

adminduk-online

Tampilan saat sign in di aplikasi layanan adminduk online (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Proses integrasi layanan adminduk kini masih dalam tahap uji coba per Senin (11/3). Uji coba itu digelar di 25 desa dari 25 kecamatan di Wonogiri. Ke depan, integrasi ini akan diperluas ke seluruh desa. “Sekarang ini masih tahap uji coba mulai Senin besok. Nanti kami evaluasi dan kami perluas ke seluruh desa untuk mempermudah pelayanan adminduk masyarakat,” kata Kepala Disdukcapil Wonogiri, Sungkono, saat membuka training operator loket adminduk online, Jum’at (8/3/2019).

adminduk-online

Kadisdukcapil Wonogiri, Sungkono (memegang mic) saat membuka training layanan adminduk online bagi 25 desa/kelurahan pilot project di kantor Disdukcapil Wonogiri, Jum’at (8/3/2019) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Sungkono menjelaskan melalui integrasi itu warga tidak perlu lagi mengurus adminduk ke kantor Disdukcapil, tetapi cukup ke kantor desa. Di sana, petugas akan menginput kebutuhan pemohon dan menghubungkan ke dalam sistem di Disdukcapil. Pelayanan serupa juga bisa ditemui di kantor kecamatan. “Semua layanan bisa dilakukan di kantor desa kecuali untuk perekaman KTP elektronik hanya bisa di kecamatan atau di kabupaten. Sebab, alat yang dimiliki terbatas,” imbuh dia.

layanan-adminduk-online

Tampilan saat input data di aplikasi layanan adminduk online (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Ia menerangkan dengan integrasi layanan itu diharapkan antrean pemohon di kantor Disdukcapil Wonogiri berkurang. Saat ini, setidaknya ada 400 kartu keluarga dan 15 akta kelahiran diterbitkan oleh Disdukcapil di Wonogiri. “Jumlah itu baru pemohon KK dan Akta Kelahiran belum yang lainnya. Jadi setiap kantor itu ramai antrean pemohon. Dengan integrasi ini, antrean diharapkan berkurang tapi semua pegawai dinas tetap bekerja maksimal,” harap dia.

layanan-online

Tampilan saat cetak kartu antrian di aplikasi layanan adminduk online (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Ke depan, Disdukcapil memproyeksikan layanan adminduk bahkan bisa diakses melalui aplikasi android. Dengan demikian, warga mengurus permohonan tanpa harus mendatangi kantor tapi bisa langsung dari ponsel masing-masing. “Kami proyeksikan April semoga bisa launching. Kami terus berusaha agar pelayanan adminduk bagi masyarakat ini optimal,” urai Sungkono.

layanan-online

Tampilan saat scan berkas pemohon telah diuploud, maka proses menunggu validasi dari Disdukcapil (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Sekretaris Desa Sendang, Agung Susanto, mengatakan Desa Sendang menjadi salah satu dari 25 desa tempat uji coba integrasi layanan Disdukcapil. Ia berpendapat, kendati menambah volume pekerjaan perangkat desa, integrasi itu bisa mengoptimalkan layanan adminduk bagi masyarakat. Masyarakat yang tidak punya waktu bisa memangkas jarak dan waktu antrean. “Tahapan proses adminduk itu kami pantau lewat loket online. Masyarakat bisa mengambil hasil layanan adminduk kalau benar-benar sudah selesai. Masyarakat bisa mengambil sendiri ke kantor Disdukcapil atau ke kantor desa. Waktu untuk antre bisa dimanfaatkan buat bekerja,” kata Agung.

Integrasi ini juga didukung oleh koneksi internet yang lancar di kantor desa. Ia berharap, layanan adminduk bisa lebih dekat lagi misalnya melalui android. “Mudah-mudahan ke depan bisa diakses melalui android. Kalau sementara ini mereka sudah memangkas jarak dari desa ke kantor Disdukcapil,” terang Agung. (Admin-Cahyadi)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan