rakor-pemdes

Rapat koordinasi pembaharuan kartu keluarga dan penerbitan akta kematian

Kabar Desa Pemerintahan

sendang-wonogiri.desa.id – Pemeritah Desa Sendang menggelar acara rapat koordinasi (rakor) dengan ketua RT se Desa Sendang, Selasa (15/1). Acara yang bertempat di ruang pertemuan TP PKK Desa Sendang tersebut membahas tentang validasi data kematian yang dikirim oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri.

rakor-pemdes

Kades Sendang, Sukamto saat menjelaskan tentang pengisian form data kependudukan (Dok. desa.id – foto : agung)

Sukamto Priyowiyoto, Kades Sendang mengatakan bahwa rakor tersebut mengundang langsung seluruh ketua RT se Desa Sendang untuk melakukan validasi data kematian. “Sejalan dengan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), dan sebelum Penerapan Aplikasi Data Warehouse diterapkan, saya mengajak warga masyarakat melalui ketua RT untuk saling mengingatkan pentingnya data administrasi kependudukan. Jangan sampai ada perubahan status tapi tidak segera memperbaharui, nanti saat data diperlukan malah jadi repot,” jelasnya.

rakor-pemdes

Para ketua RT saat mengikuti rakor validasi data kependudukan (Dok. desa.id – foto : agung)

Masing-masing ketua RT menerima dokumen surat kematian dari Disdukcapil untuk divalidasi. Juga pengisian data tentang tempat, tanggal nama warga yang terdapat pada surat kematian tersebut. Dengan dibantu penjelasan dari sekdes dan perangkat desa, para ketua RT mulai mencoba mengisi data yang diperlukan dalam form surat kematian. Sekdes Agung Susanto mengatakan bahwa selain validasi dan pengisian data, para ketua RT diberikan sosialisasi tentang penyadaran kepada masyarakat akan arti pentingnya adminduk agar hak warga negara terlindungi dengan baik.

rakor-pemdes

Sekdes Sendang, Agung Susanto saat memberikan sosialisasi tentang pentingnya kesadaran tertib administrasi kependudukan (Dok. desa.id – foto : agung)

Menurutnya, perlu adanya kesepahaman dan semangat yang sama untuk mewujudkan tertib adiministrasi kependudukan. Pasalnya, adiministrasi kependudukan di desanya belum tertib sepenuhnya. Beberapa faktor penyebabnya, antara lain masyarakat yang kurang sadar pentingnya adiministrasi kependudukan, kondisi geografis pegunungan dan jarak tempuh terlalu jauh. “Validasi Data Kependudukan ini menjadi salah satu upaya kami untuk mengatasi kendala invalid data yang ada,” imbuhnya.

Hal itu sangat penting karena data kependudukan memegang peranan vital saat menentukan program. Penyebab ketidakakuratan data bersumber dari proses pendataan. Karena itu, dilakukan validasi dan verifikasi data agar progam-program pemerintah tepat sasaran. (admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *