Relawan Destana Sendang gelar pelatihan dapur umum dan evakuasi bencana

sendang-wonogiri.desa.id – Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri menggelar Pelatihan Dapur Umum dalam rangka evakuasi pasca bencana bertempat di Dusun Selopukang, Senin (19/11). Kegiatan ini bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Wonogiri, Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, dan PMI Wonogiri. Pelatihan ini digelar untuk melatih kesiapsiagaan Desa Sendang jika sewaktu-waktu membutuhkan secara cepat personil untuk tanggap bencana dalam kapasitas Dapur Umum.

pelatihan-dapur-umum

Warga Dusun Selopukang dan Dusun Jajar dilibatkan dalam pelatihan dapur umum dan evakuasi pasca bencana di Balai Dusun Selopukang (Dokumen desa.id – Foto : Titik)

Salah satu fasilitator Destana, Titik Handayani mengatakan bahwa peserta Pelatihan Dapur Umum ini melibatkan 150 orang dari warga Dusun Selopukang dan Dusun Jajar. “Dapur Umum dipandu oleh Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri dengan menggunakan truk berisi alat-alat dapur. Menu yang dimasak yaitu menu pengungsian berupa nasi oseng, bakmi dan telur dadar. Semuanya dimasak menggunakan alat-alat yang telah dibawa oleh truk dari Dinsos,” jelasnya.

truk-dinsos

Pokja Dapur Umum memasak menu untuk korban bencana di truk yang disediakan oleh Dinsos Wonogiri (Dokumen desa.id – Foto : Titik)

Ia menambahkan bahwa Dapur Umum adalah dapur umum lapangan yang diselenggarakan oleh para relawan untuk menyediakan atau menyiapkan makanan dan dapat didistribusikan kepada korban bencana dalam waktu cepat dan tepat. Penyelenggaraan Dapur Umum dilakukan apabila tidak memungkinkan bantuan mentah untuk korban bencana. Penyelenggaraan Dapur Umum untuk melayani kebutuhan makan para penderita / korban bencana dapat diselenggarakan oleh siapa saja yang dapat menyelenggarakannya tentunya dengan kapasitas dalam Dapur Umum itu sendiri.

pelatihan-dapur-umum

Para relawan Destana menerima materi dari PMI sebelum mengadakan simulasi penanganan korban bencana (Dokumen desa.id – foto : Titik)

Agung, Andi dan Haris dari PMI Wonogiri menyampaikan materi tentang Pelatihan Evakuasi. Yakni evakuasi cara penanganan korban bencana tanah longor. Simulasi juga dilakukan untuk melatih masyarakat terbiasa menghadapi bencana. Dalam simulasi tersebut, warga ada yang diberi tugas menjadi korban luka parah, ringan dan usia rentan seperti hamil, lansia, Difabel. Sedangkan relawan Destana diberi tugas sesuai pokja masing-masing antara lain menjadi tim penolong pada korban luka parah, luka ringan dan bagian dapur umum. Ada pula yang diberi tugas berperan sebagai Bupati, Camat, dan Kepala Desa. Peran tersebut untuk melatih bentuk koordinasi birokrasi antara relawan dan aparat pemerintah.

simulasi-evakuasi

Relawan ada yang berperan sebagai Bupati, Camat dan Kades sebagai simulasi bentuk koordinasi penanganan bencana (Dokumen desa.id – Foto : Titik)


pelatihan-evakuasi

Warga Dusun Selopukang dan Dusun Jajar dilibatkan dalam pelatihan dapur umum dan evakuasi pasca bencana di Balai Dusun Selopukang (Dokumen desa.id – Foto : Titik)

Bambang, salah satu fasilitator Destana Desa Sendang yang pernah mengikuti diklat kebencanaan di Jakarta mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan ini diharapkan masyarakat siap menghadapi bencana. “Jika terjadi bencana, mereka akan dievakuasi sesuai dengan jalur yang sudah ditentukan dan berkumpul di Balai Dusun Selopukang sebagai titik kumpul. Para relawan juga akan terlatih untuk menolong korban bencana dengan tepat, cepat dan benar,” tandasnya.

pelatihan-bencana

Pokja Dapur Umum memasak menu untuk para korban bencana dengan peralatan yang disediakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri (Dokumen desa.id – Foto : Titik)


relawan-difabel

Relawan dari kaum difabel juga dilibatkan dalam pelatihan dapur umum (Dokumen desa.id – Foto : Titik)


pelatihan-bencana

Simulasi evakuasi korban bencana tanah longsor di Balai Dusun Selopukang (Dokumen desa.id – Foto : Titik)

Sekdes Desa Sendang, Agung Susanto yang juga mengikuti pelatihan tersebut mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya pelatihan Pengelolaan Dapur Umum dan Evakuasi Bencana tersebut agar masyarakat memahami potensi bencana dan siap melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana jika terjadi darurat bencana dan pengungsian. Juga sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas masyarakat dan Pemerintah Desa dalam penanganan darurat bencana. (admin-titik)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan