Wonogiri gelar Bursa Inovasi Desa 2018, banyak potensi bisa direplikasi

WONOGIRI – Pameran Bursa Inovasi Desa (BID) digelar Kamis (8/11/2018) di GOR Giri Purna Bhakti kawasan kota Wonogiri. Kali ini penyelenggara mengusung tema “Dengan Inovasi Desa Kita Bangun Sinergi Menuju Pembangunan Yang Berkualitas”. Agak berbeda dibanding dengan gelaran tahun lalu, seperti inovasi desa yang disajikan dalam video dan terdapat konsultan yang siap memberi konsultasi terkait banyak hal, antara lain dari Solopos, YSKK Surakarta, CV Hikari Agro Makmur Wonogiri, CV Prayoga Multi Media dan AWSM Wonogiri.

pameran-bid

Pembukaan BID Wonogiri 2018 di GOR Giri Purna Bhakti Wonogiri, Kamis (8/11) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Pembukaan gelaran ini dihadiri kurang lebih 900 orang terdiri dari para Camat, Kades, Ketua BPD, Ketua LPM, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Wonogiri. Serta peserta khusus yakni kelompok tani dari Paranggupito yang difasilitasi oleh BUMDes Bersama “Patriharjo” dalam rangka penandatanganan naskah kerjasama dengan PT. Dua Kelinci. BID di GOR Giri Purna Bhakti tersebut diikuti 25 Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) tingkat kecamatan, 11 Pelayanan Peningkatan Kapasitas Teknis Desa (P2KTD), dan lima dinas/instansi. Masing-masing kecamatan memamerkan bursa unggulannya. Sebanyak 162 inovasi desa ditawarkan dalam Bursa Inovasi Desa (BID) Wonogiri 2018.

inovasi-bid

162 inovasi ditampilkan pada BID di GOR Giri Purna Bhakti Wonogiri, Kamis (8/11) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Inovasi tersebut merupakan hasil pengembangan potensi berbagai desa di masing-masing kecamatan. Ada satu desa yang memiliki satu inovasi, tetapi ada pula satu desa mempunyai dua hingga tiga inovasi. Jumlah inovasi yang dipamerkan tahun ini meningkat 62 inovasi. “Tahun lalu pelaksana memamerkan 100 inovasi. Inovasi yang ditawarkan bertambah karena banyak desa yang telah mereplikasi inovasi pada tahun lalu dan merealisasikan program inovasi pada tahun ini,” kata Hadir, Tenaga Ahli Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Wonogiri.

Saat ditemui reporter sendang-wonogiri.desa.id di GOR Giri Purna Bhakti, Hadir menambahkan, desa harus bisa membidik ekonomi lokal, agar dapat meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan pembangunan infrastruktur desa. “Setelah melihat banyak inovasi, desa yang belum bisa mengembangkan potensi jadi terinspirasi lalu tergerak melakukan sesuatu. Harapan terbesarnya, mereka sudah memasukkan program pengembangan potensi dalam APB Desa 2019,” ulasnya.

pameran-BID

(Plt) Dirjen Pengembangan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendesa PDTT, Harlina Sulistyorini saat menghadiri BID di GOR Giri Purna Bhakti Wonogiri, Kamis (8/11) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengembangan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) Harlina Sulistyorini saat menghadiri BID di GOR Giri Purna Bhakti Wonogiri mengatakan, banyak desa telah berinovasi. Setiap desa diminta saling bekerja sama melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dimiliki. Dengan cara itu, pengelolaan potensi desa akan lebih mudah dikerjakan. “Setelah berinovasi, perlu pendampingan agar desa-desa saling bekerja sama. Sebab, pengelolaan potensi ekonomi akan lebih feasibel ketika bekerja sama,” katanya.

mou-bumdes

Penandatanganan naskah kerjasama BUMDes Patri Harjo dengan PT. Dua Kelinci di BID Wonogiri 2018 (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Kerja sama itu dapat dilakukan antar-BUMDes. Dia mencontohkan, beberapa desa di Kecamatan Paranggupito telah membentuk BUMDes Bersama yang dinamai BUMDes Patriharjo. BUMDes tersebut merupakan gabungan dari 3 desa yakni Desa Paranggupito, Gudangharjo, Gunturharjo, dan Sambiharjo. BUMDes bersama tersebut telah melakukan penandatanganan naskah kerjasama dengan PT. Dua Kelinci dalam hal budidaya untuk pemenuhan kebutuhan kacang tanah.

pameran-BID-Wonogiri

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo saat membuka BID di GOR Giri Purna Bhakti Wonogiri, Kamis (8/11) (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo saat membuka pameran BID Wonogiri 2018 menerangkan, Kabupaten Wonogiri mempunyai 251 desa. Namun belum semua desa membentuk BUMDes. Adapun BUMDes yang sudah ada juga belum maksimal dalam mengolah potensi desanya. Bupati meminta agar desa-desa lebih inovatif. Dia mencontohkan, beberapa petani di Kecamatan Selogiri telah berinovasi menanam cabai di musim kemarau. Hasilnya luar biasa karena satu hektare lahan bisa menghasilkan Rp 120 juta. “Tetapi itu tidak diikuti petani lainnya. Lahan di sekelilingnya yang luasnya berhektare-hektare tetap bera (kekeringan),” katanya.

pameran-bid

42 stand dari 25 TPID dipamerkan saat BID Wonogiri 2018 (Dok.desa.id – Foto : Agung)

Disamping itu, Bupati Joko Sutopo juga mengatakan BID merupakan bagian dari Program Inovasi Desa (PID) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Anggarannya dari APBN. PID diluncurkan pemerintah pusat untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa yang digelontorkan sejak 2015. Pemerintah menilai penggunaan dana itu di seluruh desa masih terfokus pada pembangunan infrastruktur.

Padahal, pengembangan ekonomi desa dan pemberdayaan masyarakat juga tak kalah penting. Melalui PID yang diaplikasikan dengan BID diharapkan desa dapat berkompetisi untuk menggali potensi masing-masing untuk pengembangan ekonomi desa. “Setelah melihat banyak inovasi, desa yang belum bisa mengembangkan potensi jadi terinspirasi lalu tergerak melakukan sesuatu. Harapan terbesarnya, mereka dapat menggali potensi sehingga dapat mengurangi angka kemiskinan,” tandas Bupati. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan