launching-gisa

Disdukcapil launching GISA, inovasi pelayanan administrasi lebih efektif dan efisien

Kabar Desa Pemerintahan

sendang-wonogiri.desa.id│Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Wonogiri menggelar Sosialisasi Kebijakan Bidang Kependudukan sekaligus Launching Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA), Penerapan Aplikasi Data Warehouse dan Cetak KTP Elektronik di Kecamatan, Jum’at (26/10). Kegiatan tersebut bertempat di Balai Desa Pule, Kecamatan Selogiri, dan dihadiri oleh Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Wonogiri, para pimpinan OPD, camat se-Kabupaten Wonogiri, Forkompimcam Kecamatan Selogiri, dan Kepala Desa/Kelurahan se-Kabupaten Wonogiri.

disdukcapil-sungkono

Kepala Disdukcapil, Sungkono saat membuka launching GISA di Balai Desa Pule, Selogiri, Jum’at (25/10) (Dokumen.desa.id – Foto : Sugeng)

Kepala Disdukcapil Kabupaten Wonogiri, Sungkono saat membuka acara Launching GISA mengatakan,“Prinsip kami adalah bagaimana memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dengan melakukan pendekatan pelayanan dari Disdukcapil Kabupaten Wonogiri ke kecamatan. Sehingga masyarakat bisa melakukan penghematan biaya, waktu, dan tenaga karena pencetakan KTP Elektronik bisa dilakukan di Kantor Kecamatan,”.

launching-gisa

Launching GISA di Balai Desa Pule, Selogiri, Jum’at (25/10) (Dokumen.desa.id – Foto : Sugeng)

Ia juga menyampaikan bahwa berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2006 data kependudukan bisa dimanfaatkan untuk perencanaan pembangunan, pelayanan publik, alokasi anggaran, pembangunan demokrasi, penegakan hukum dan pencegahan kriminal. Database kependudukan dapat dimanfaatkan oleh semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing.

Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan tersebut ditunjukkan dengan 4 hal, yakni Sadar Pentingnya Kepemilikan Dokumen Kependudukan, Sadar Pemutakhiran Data Kependudukan, Sadar Pemanfaatan Data Kependudukan, dan Sadar pentingnya pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan masyarakat. Disdukcapil Kabupaten Wonogiri menetapkan 3 desa sebagai desa percontohan berdasarkan tingkat administrasi kependudukan yang terbaik, yaitu Desa Pule Kecamatan Selogiri, Desa Jatisari Kecamatan Jatisrono, dan Desa Saradan Kecamatan Baturetno.

launching-gisa

Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Disdukcapil, Dinkes, dan Dinsos Kab. Wonogiri tentang Warehouse Database Kependudukan di Balai Desa Pule, Selogiri, Jum’at (25/10) (Dokumen.desa.id – Foto : Sugeng)

Launching GISA ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang penggunaan Warehouse Database Kependudukan antara Kepala Disdukcapil Sungkono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri dr. Adi Darma, dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri Suwartono dengan disaksikan oleh Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam sambutannya mengatakan, “Desa Pule dipilih sebagai lokasi launching GISA dari 3 desa yang diusulkan oleh Disdukcapil karena menjadi tempat bersejarah berdirinya Kabupaten Wonogiri. Jumlah penduduk Kabupaten Wonogiri adalah 842 ribu, sedangkan berdasarkan rilis KPU jumlah DPT adalah 917ribu. Hal ini membuktikan bahwa terdapat persoalan data penduduk. Dibuktikan dengan data jumlah penduduk yang dimiliki oleh masing-masing OPD berbeda-beda”.

launching-gisa

Bupati Joko Sutopo saat memberikan sambutan pada Launching GISA di Balai Desa Pule, Selogiri (Dokumen.desa.id – Foto : Sugeng)

Menurut Bupati, Pemerintah Kabupaten Wonogiri akan memfasilitasi desa yang masih belum terjangkau internet melalui Diskominfo Kabupaten Wonogiri. Hal ini bertujuan agar semua desa di Kabupaten Wonogiri dapat menyukseskan Program GISA. Sehingga akan mendukung pembangunan di Kabupaten Wonogiri.

Guna mewujudkan pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan masyarakat dilakukan dengan peningkatan perilaku aparatur untuk mendukung pelayanan administrasi kependudukan, menyederhanakan mekanisme dan syarat pelayanan administrasi kependudukan, membuat inovasi pelayanan administrasi kependudukan sehingga pelayanan menjadi efektif dan efisien, serta mengembangkan system pelayanan administrasi yang online dan terintegrasi antar peristiwa kependudukan dan peristiwa penting yang berkaitan. (admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *