Dinas Sosial Wonogiri mulai sosialisasikan bantuan pangan non tunai

WONOGIRI – Kementerian Sosial (Kemensos) RI pada tahun 2018 ini akan menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ke 217 kabupaten/kota di Indonesia dengan total 10 juta jiwa penerima, termasuk Kabupaten Wonogiri. Selain itu ada pula Bantuan Sosial Beras Untuk Rakyat Sejahtera (Bansos Rastra).

sosialisasi-bantuan-pangan-non-tunai

Sosialisasi BPNT di Aula Graha Perencanaan Lantai 3 Kantor Bappeda Kab. Wonogiri, Kamis (23/8/2018) (Dok.desa.id – foto : Agung)

Setiap bantuan sosial dan subsidi disalurkan secara non tunai dan menggunakan sistem perbankan untuk kemudahan mengontrol, memantau, dan mengurangi penyimpangan. Penggunaan sistem perbankan dengan memanfaatkan keuangan digital dimaksudkan untuk memperluas keuangan inklusif. Penggunaan beragam kartu dalam menyalurkan dana bansos agar dapat diintegrasikan dalam satu kartu.

sosialisasi-bpnt

Kadinsos Wonogiri, Suwartono membuka Sosialisasi BPNT di Aula Graha Perencanaan Lantai 3 Kantor Bappeda Kab. Wonogiri, Kamis (23/8/2018) (Dok.desa.id – foto : Agung)

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonogiri, Suwartono saat membuka sosialisasi Bantuan Pangan Non Tunai di Aula Graha Perencanaan Lantai 3 Kantor Bappeda Kabupaten Wonogiri, Kamis (23/8/2018). Ia menjelaskan, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bansos Rastra pada tahun 2018 ini menggantikan program bantuan pangan berupa subsidi Beras untuk Rakyat Sejahtera (Rastra) pada 2017.

Lanjutnya, perbedaan program Rastra dengan Bansos Rastra dan BPNT yaitu jika Program Rastra Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 15kg beras dengan biaya tebus sebesar Rp24 ribu maka untuk Bansos Rastra masyarakat mendapatkan 10kg tanpa biaya tebus. “Sedangkan untuk BPNT, masyarakat mendapatkan bantuan non tunai Rp110 ribu/bulan untuk membeli bantuan pangan di pedagang bahan pangan yaitu E-Warong (Elektronik Warung Gotong-Royong) yang bekerjasama dengan bank penyalur,” terangnya.

Adapun komoditas yang bisa dibeli adalah beras dan telur. KPM dapat memilih jumlah, harga, kualitas, kapan dan di E-Warong mana dalam melakukan pembelian. Bantuan tersebut akan ditransfer ke rekening penerima setiap tanggal 25. Terkait agen E-Warong, Suwartono menjelaskan penunjukkan dan pengawasan dilakukan pihak bank. Diharapkan nantinya, E-Warong tersebut seperti ATM yang berisikan beras dan telur. Sehingga kebutuhan bahan pokok tersebut dapat terpenuhi dengan sekali gesek.

sosialisasi-bpnt

Rahmat menyampaikan materi pada Sosialisasi BPNT di Aula Graha Perencanaan Lantai 3 Kantor Bappeda Kab. Wonogiri, Kamis (23/8/2018) (Dok.desa.id – foto : Agung)

Juga disampaikan oleh Rahmat, staf Dinsos Wonogiri bahwa berdasarkan SK Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor : 4/HUK/2018 tentang Penetapan Jumlah Keluarga Penerima Manfaat BPNT Tahun 2018 dan Keputusan Dirjen Penanganan Fakir Miskin Nomor : 1/PFM/SK/HK.01/2018, maka jumlah penerima BPNT di Wonogiri adalah 74.740 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan dimulai sejak alokasi Januari 2018. Nilai bantuan tiap KPM Rp. 110.000/KPM perbulan, total nilai bantuan setahun adalah Rp 98.656.800.000.

Pemkab Wonogiri juga melakukan persiapan dalam penyaluran bantuan ini antara lain dengan Sosialisasi program BPNT dan Pembentukan Tim Koordinasi tingkat Kabupaten. Rencananya Distribusi KKS kepada KPM dan Launching BPNT akan dilaksanakan Bulan Oktober mendatang. Saat ini untuk penyaluran BPNT di Kabupaten Wonogiri telah disiapkan pendamping yang terdiri atas 1 orang Koordinator Tenaga Kerja Sosial (TKS) beserta 25 Koordinator Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK), 2 orang koordinator Program PKH beserta Pendamping Supervisor 3 orang, Operator 8 orang, Pendamping Sosial 146 orang. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan