Terbang Tandem, Wisata Unik dan Ikonik Desa Sendang Bikin Marem

WONOGIRI – Desa Sendang Kecamatan Wonogiri mempunyai potensi wisata yang unik dan ikonik. Pasalnya di desa ini terdapat landasan peluncuran layang gantung Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jateng – Lanud Adi Soemarmo yang bertempat di Puncak Joglo. Landasan luncur ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah dengan perpaduan pegunungan dan hamparan Waduk Gajah Mungkur yang menawan dilihat dari udara. Potensi view alam yang cukup lengkap ini membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sendang Pinilih memperkenalkan olahraga dirgantara yang cukup menantang yaitu Terbang Tandem. Terbang tandem merupakan salah satu olahraga paralayang dengan dua orang penerbang, satu orang menjadi pilot dan satu orang lainnya menjadi penumpang.

landasan-paralayang

Terbang Paralayang di Puncak Joglo

Terbang tandem lepas landas dari landasan Puncak Joglo dengan memanfaatkan tenaga angin. Angin yang dipergunakan sebagai sumber daya angkat yang menyebabkan parasut melayang tinggi di angkasa terdiri dari dua macam yaitu, angin naik yang menabrak lereng (dynamic lift) dan angin naik yang disebabkan karena thermal (thermal lift). Dengan memanfaatkan kedua sumber itu maka penerbang dapat terbang sangat tinggi dan mencapai jarak yang jauh. Yang menarik adalah bahwa semua yang dilakukan itu tanpa menggunakan mesin, hanya semata-mata memanfaatkan angin.

Peralatan terbang tandem sangat ringan, berat seluruh perlengkapannya (parasut, harness, parasut cadangan, helmet) sekitar 10 – 15 kg. Peralatan terbang tandem juga sangat praktis karena dapat dimasukkan ke dalam ransel yang dapat digendong di punggung.


Wisatawan lakukan persiapan terbang tandem paralayang dengan panduan instruktur bersertifikat di puncak joglo (foto : Agung)

Perlengkapan utama dalam terbang tandem antara lain parasut utama dan cadangan, harness, dan helmet. Perlengkapan pendukung terbang yang diperlukan antara lain variometer, radio/HT, GPS, windmeter, peta lokasi terbang, dll. Sedang perlengkapan pakaian penerbang antara lain baju terbang/flight suit, sarung tangan, dan sepatu berleher tinggi/boot. Jenis parasut yang dipergunakan sangat tergantung dari tingkat kemampuan penerbang dan berat penerbang. Setidak-tidaknya terdapat tiga jenis parasut paralayang yaitu, parasut untuk pemula, parasut untuk penerbang menengah, dan parasut untuk penerbang mahir. Ukuran parasut juga harus sesuai dengan berat penerbangnya. Ukuran yang tersedia antara lain XS, S, M, L serta LL untuk terbang berdua atau tandem.

paralayang-joglo

Paralayang Terbang di atas Puncak Joglo

Pilot duduk di suatu sabuk (harness) yang menggantung di bawah sayap kain yang bentuknya ditentukan oleh ikatan tali dan tekanan udara yang memasuki ventilasi di bagian depan sayap. Tarif yang dikenakan untuk dapat merasakan terbang tandem adalah Rp.400.000,- dengan pengalaman terbang melihat panorama kota wonogiri dan keindahan perairan waduk gajah mungkur. Dengan pilot yang handal dan bersertifikasi terbang tandem, maka paket wisata dirgantara ini layak anda coba….Marem, puas lihat pesona Gajah Mungkur dari atas….

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan