Pelatihan Jurnalis Desa bagi Aparat Kabupaten dan Desa Pilot Project di Jawa Tengah Tahun 2018

WONOGIRI – Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermasdesdukcapil) Jawa Tengah menyelengarakan Pelatihan Jurnalis Desa bagi Aparat Kabupaten dan Desa Pilot Project di Jawa Tengah Tahun 2018. Kegiatan ini diikuti oleh 116 operator Sistem Informasi Desa (SID) dari 29 kabupaten dengan mengambil lokasi di Hotel Neo Candi Semarang dan dilaksanakan selama 2 hari, Selasa-Rabu (14-15/8/2018). Pelatihan Jurnalis Desa kali ini adalah tindak lanjut dari pelatihan Sistem Informasi Desa (SID) sebelumnya, yaitu pengembangan SID.

jurnalisme-desa

Joko Mulyono, S.STP, M.Si menyampaikan laporan panitia pada pelatihan Jurnalis Desa di Neo Hotel, Selasa 14/8/2018 (Dokumen desa.id – foto : Agung)

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini menjadi cukup menarik karena Joko Mulyono, S.STP,M.Si, Kabid Administrasi Pemerintahan Desa Dispermasdesdukcapil Propinsi Jawa Tengah selaku Ketua Panitia kegiatan pelatihan menghadirkan narasumber Ir. Sunaryo, MURP, Ph.D, Staff Khusus Gubernur Jawa Tengah dan Agus Widyanto wartawan senior dari Suara Merdeka.

Joko Mulyono, S.STP,M.Si, yang juga sebagai ketua panitia kegiatan pelatihan dalam laporannya mengatakan bahwa dengan pelatihan jurnalisme ini diharapkan 116 desa pilot project menjadi contoh dan inspirator desa-desa di Jawa Tengah untuk ber-SID. “Dengan meningkatnya kapasitas SDM di desa, berita yang disajikan selalu update dengan tata cara sesuai praktek dan teori jurnalisme,” jelasnya.

jurnalisme-desa

Drs. Sudaryanto, M.Si membuka pelatihan Jurnalis Desa di Neo Hotel, Selasa 14/8/2018 (Dokumen desa.id – foto : Agung)

Saat membuka pelatihan ini, Drs. Sudaryanto, M.Si memyampaikan harapannya bahwa dengan pelatihan jurnalisme ini akan muncul inovasi dari desa, sehingga Jawa Tengah menjadi contoh provinsi lain dalam penerapan SID. “Untuk itu, para jurnalis desa dalam menerbitkan suatu berita agar memperhatikan tiga hal, yaitu aktualitas, kelayakan dan kebutuhan publik. Jangan ada berita-berita hoax maupun somasi,” tandasnya.

Kedepan ia sangat berharap desa dapat membuat terobosan melalui web desa untuk mempromosikan potensi didesanya. Sehingga website desa dapat menjadi jembatan penghubung antara pelaku usaha di desa dengan konsumen potensial baik dari desa itu sendiri maupun dari luar desa, dalam hal ini lebih berperan menjadi media e-commerce untuk menunjang perekonomian di desa menjadi lebih kuat lagi.

jurnalisme-desa

Ir. Sunaryo, MURP, Ph.D, Staf Khusus Gubernur saat memaparkan materi pada pelatihan Jurnalis Desa di Neo Hotel, Selasa 14/8/2018 (Dokumen desa.id – foto : Agung)

Pada kesempatan itu, peserta pelatihan juga mendapatkan materi khusus dari Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah, Ir. Sunaryo, MURP, Ph.D tentang visi-misi Gubernur Jawa Tengah. “Menuju Jateng Sejahtera, Berdikari” adalah visi-misi yang diusung Ganjar-Taj Yasin pada pilgub Jateng beberapa waktu lalu. Ia memaparkan dengan jelas bahwa dengan data base yang dimiliki saat ini, pemerintah provinsi berusaha mewujudkan masyarakat Jateng yang sejahtera dengan tercukupinya kebutuhan dasar dengan mengukur kekuatan sendiri (berdikari). “Untuk itu jurnalis desa sebagai sosial control, dapat membantu pemerintah dalam penyiapan data dengan sumber yang jelas, bisa dipertanggungjawabkan dan berkualitas,” tandasnya. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan