Operator SID Sendang mengikuti workshop jurnalisme warga di Harian Umum Solopos

SOLO, sendang-wonogiri.desa.id │ Pada hari Minggu (22/04/2018), bertempat di Griya Solopos Jalan Adi Sucipto 190 Solo telah diadakan workshop jurnalistik untuk warga. Ada 22 peserta dari berbagai elemen masyarakat seperti pelajar, mahasiswa, pengusaha, pekerja profesional dibidang riset, perangkat desa hingga ibu rumah tangga dididik untuk menjadi calon jurnalis warga. Workshop ini diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Jurnalis Solopos (LPJS) PT Aksara Solopos. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih masyarakat agar bisa menulis di media cetak atau media lain, seperti koran, blog dan media online lainnya. Workshop Jurnalisme warga ini mengangkat materi tentang dasar-dasar jurnalisme warga, memilih isu menulis yang memikat dan membuat foto aktraktif. Kegiatan ini berlangsung dari jam 08.30 WIB sampai 16.00 WIB.

jurnalisme-warga

Manajer LPJS Harian Umum Solopos Sholahuddin membuka Workshop Jurnalisme Warga di Griya Solopos, Minggu 22 April 2018

Sebelum acara dimulai semua peserta diminta saling berkenalan seputar nama, profesi, serta motivasi mengikuti kegiatan worksop jurnalisme warga ini. Dari jawaban peserta, motivasi terbanyak kenapa mengikuti pelatihan ini adalah agar bisa menulis dengan baik dan benar. Salah satu peserta perwakilan dari Pemerintah Desa Sendang, Agung Susanto mengatakan, “Saya termotivasi mengikuti workshop ini karena sering menulis berita di website resmi desa, saya tidak punya basic jurnalistik makanya saya terus belajar untuk mencari ilmu, bersyukur sekali solopos mengadakan acara ini,” kata Agung yang juga bertugas sebagai operator website Desa Sendang ini.

jurnalisme-warga

Workshop Jurnalisme Warga di Griya Solopos, Minggu 22 April 2018

Pada awal acara seluruh peserta dikenalkan dengan materi dasar-dasar jurnalistik. Sebagai tutor adalah Syifaul Arifin, Editor Harian Umum Solopos. Selain menjelaskan tentang dasar-dasar jurnalistik untuk warga, dia juga menekankan penggunaan rumus 5W + 1H dan pentingnya fakta. “Berita harus berdasarkan fakta yang diperoleh dengan observasi, wawancara dan riset, namun tidak semua fakta dapat menjadi berita,” ujarnya.

jurnalisme-warga

Redaktur Umum Solopos Danang Nur Ikhsan menyampaikan materi pada Workshop Jurnalisme Warga di Griya Solopos, Minggu 22 April 2018

Seluruh peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti seluruh materi yang disampaikan oleh tutor, dan bertambah seru manakala sesi tanya jawab dimulai, seluruh peserta sepertinya sudah menyiapkan pertanyaan, terbukti sampai waktu telah berakhir pun masih banyak yang ingin bertanya.

Pada sesi kedua peserta disuguhkan materi memotret dengan menggunakan kamera smartphone. Sebagai tutor adalah Burhan Aris Nugraha, pewarta Harian Umum Solopos. Dia menekankan tentang pentingnya memperhatikan komposisi, kecocokan objek dan background, warna, bentuk, garis dari objek yang akan dipotret. “Harus sabar menunggu proses penyimpanan foto, jangan terburu-buru bergeser dari obyek karena hasilnya bisa jadi goyang atau foto tidak focus,” jelas Burhan.

Diakhir sesi disampaikan materi “Ada berita di sekitar kita” oleh Danang Nur Ihsan, Redaktur Harian Umum Solopos. Danang memberikan tugas menulis berita dengan jenis tulisan straight news (lugas, tegas) dan feature (melukiskan secara detail). Dalam menulis cepat ini waktu yang diberikan adalah 10 menit, temanya telah dipersiapkan. Seluruh peserta diminta membuat berita singkat minimal 2 paragraf. “Setelah selesai mengikuti pelatihan ini diharapkan semua peserta dapat membuat berita dengan baik dan benar berdasarkan fakta bukan asumsi, sehingga dapat dikonsumsi dengan baik oleh pembaca,” pungkasnya. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

  1. mustaqim qim berkata:

    Selamat pak sekdes sendang dan mohon ilmunya untuk ditularkan keoperator SID Se Kabuoaten Wonogiri

Tinggalkan Balasan