DKOP Kabupaten Wonogiri dan BUMDES Sendang Pinilih Gelar Rapat Penentuan Race Area Kejuaraan Internasional Downhill

sendang-wonogiri.desa.id │SENDANG, Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kab. Wonogiri dan Bumdes Sendang Pinilih menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah Desa Sendang pada hari Selasa (10/04/2018) untuk membahas event kejuaraan Internasional Downhill yang rencananya akan diselenggarakan di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri. Acara di buka oleh Kepala Desa Sendang Budi Hardono, dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa mulai tahun 2018 ini Bumdes Sendang Pinilih mengupayakan untuk mendongkrak jumlah pengunjung ke destinasi wisata yang dikelola dengan cara menambah sarana untuk berswafoto dan menggelar beberapa event olahraga. Dan program ini gayung bersambut dengan event yang akan digelar tahun ini, kejuaraan Downhill Internasional di Desa Sendang.

Rakor-DKOP-BUMDES

Kades Sendang, Budi Hardono membuka Rakor Persiapan Kejuaraan Internasional Downhill

Sekretaris Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (DKOP) Kab. Wonogiri Fredy Sasono, pada rapat koordinasi di Kantor PKK Desa Sendang Selasa (10/04/2018), menyampaikan Wonogiri ditunjuk oleh Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai tuan rumah kejuaraan downhill. Rencananya kegiatan digelar di lintasan menantang di Tempat Wisata Watu Cenik-lahan bekas camping ground atau bumi perkemahan di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, 13-14 Oktober 2018. Lintasan diproyeksikan sejauh 3 km dengan tingkat elevasi yang sangat menantang. Kegiatan bakal diikuti peserta dari Jepang, Tiongkok, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.
“Sebelumnya pihak UCI sudah survei lokasi. Saat lakukan survei lokasi downhill lama [Gunung Belah], pihak UCI menilai panjang lintasan [980 meter] dan elevasinya [tingkat tinggian dan rendah] kurang. Kemudian mereka menyurvei kawasan di Watu Cenik-camping ground. Mereka memandang lokasinya bagus dan sesuai kriteria. Akhirnya disepakati di situ,” kata Fredy.

kejuaraan-downhill

Olahraga Downhill, salah satu cabang olahraga ekstrem namun banyak diminati

Ditunjuknya Wonogiri menjadi tuan rumah mencerminkan Kota Sukses memiliki kelebihan di banding daerah lain. Fredy melihat Wonogiri mempunyai nilai tambah selain telah memenuhi syarat sebagai daerah yang layak dijadikan tempat digelarnya ajang bertaraf internasional. Syarat utama yang harus dipenuhi yakni tempat digelarnya kegiatan tak boleh lebih dari 60 km atau dua jam perjalanan dari bandara. Ada syarat lainnya mengenai jarak antara tempat lokasi dan rumah sakit. Wonogiri memenuhi kriteria tersebut. Nilai tambah yang tak dimiliki daerah lain, yakni pemandangan yang sangat indah dan tingkat elevasi yang memadai. “Pemandangan menjadi daya tarik tersendiri. Kalau di Watu Cenik itu view-nya [pemandangan] indah sekali. Sepanjang mata memandang bisa melihat Waduk Gajah Mungkur dan perbukitan yang mengesankan,” imbuh Fredy.

Dan ini sangat menguntungkan bagi Bumdes Sendang Pinilih. Karena dengan adanya event ini nantinya bumdes akan memiliki satu potensi lagi untuk mendongkrak jumlah pengunjung. Event ini adalah event besar dan bertaraf internasional. Peluang Bumdes Sendang Pinilih untuk mengembangkan usaha di bidang olahraga yang baru. Sebelumnya potensi wisata alam dan potensi wisata paralayang dan gantole sudah berhasil mengangkat citra Bumdes Sendang Pinilih di tingkat nasional. Besar kemungkinan nanti setelah event ini sukses terlaksana maka nama Bumdes Sendang Pinilih juga akan go internasional. “Jangan berpikir dengan mengadakan event ini kita akan mendapatkan apa, tetapi berpikirlah nanti setelah event ini, kita akan memiliki satu potensi baru yaitu race area atau rute track untuk para pecinta olah raga menantang ini. Dengan memiliki track ini nantinya kita tinggal mengelola dan barulah setelah ini kita menikmati hasilnya” kata Fredy.

Ketua BUMDesa Sendang Pinilih, Sendang, Sukamto, menyambut baik rencana digelarnya downhill bertaraf internasional di Watu Cenik, salah satu objek wisata yang dikelola BUM desa. Dia meyakini kegiatan tersebut akan berdampak sangat positif bagi perkembangan pariwisata di Sendang dan Wonogiri. “Nanti setelah kegiatan selesai justru lintasannya akan kami permanenkan. Kami yang akan mengelola. Ini peluang besar, terlebih di Wonogiri banyak komunitas pehobi olahraga sepeda ekstrem,” ungkap dia.

Kejurnas-Downhill

Salah satu kejurnas Indonesian Downhill di Wonogiri beberapa waktu lalu

Selanjutnya Anto dari komunitas Indonesian Downhill (IDH) menyampaikan tentang penentuan rute atau track yang akan dilalui saat kejuaraan berlangsung. “Track harus dekat dengan akses jalan besar agar nantinya bila ada proses evakuasi tidak menyulitkan dan tentunya track yang akan dibuat harus sesuai dengan standar internasional. Karena event ini sudah tercatat di Swiss. Sehingga mau tidak mau kita harus menyiapkan event ini sebaik mungkin,” jelasnya.

Dia juga menghimbau kerjasama warga sekitar agar menjaga keamanan sehingga tercipta rasa aman dan nyaman bagi tim – tim yang akan ambil bagian dalam event IDH ini. Karena dari pengalaman yang dia lihat para atlit biasanya tidak begitu mengurus peralatan atau atribut yang dia miliki karena serius dalam kejuaraan. Sehingga apabila ada atribut yang hilang akan menumbuhkan rasa tidak nyaman bagi para tim. Hal ini sangat berpengaruh apabila di tahun mendatang akan menggelar event di Wonogiri. (bedi)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan