Cross Cek dan Finalisasi Data Kemiskinan se-Kecamatan Wonogiri

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id │ Senin (26/3/2018) telah diadakan cross cek dan finalisasi data kemiskinan se-Kecamatan Wonogiri bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Kecamatan Wonogiri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Wonogiri, Koordinator PKH, TKSK Kabupaten Wonogiri, Kades dan Lurah serta petugas pendata kemiskinan se-Kecamatan Wonogiri. Acara dibuka oleh Camat Wonogiri, Drs. Slameto Sudibyo pada pukul 08.30 WIB.

ta Kemiskinan

Sambutan Camat Wonogiri, Drs. Slameto Sudibyo dalam acara Cross cek dan finalisasi Data Kemiskinan se-Kecamatan Wonogiri (26/3/2018) (foto : sendang-wonogiri.desa.id)

Dalam sambutannya, Camat Wonogiri mengatakan, “Semua warga miskin yang ada di Kecamatan Wonogiri harus terjaring dalam pendataan, jangan sampai ada satupun warga miskin yang tercecer tidak masuk dalam data. Hal ini dikarenakan, program kesehatan merupakan salah satu program unggulan dari panca program Bapak Bupati Wonogiri, sehingga diharapkan semua warga miskin / tidak mampu benar-benar merasakan manfaatnya,” jelasnya.

“Sesuai mandat dari Bapak Bupati mengenai pendataan warga miskin yang belum memiliki kartu berobat gratis, Kecamatan Wonogiri kembali mengadakan verifikasi dan validasi data warga miskin,” lanjutnya.

Pembangunan bidang kesehatan adalah bagian tidak terpisahkan dari strategi pembangunan nasional. Tujuan pembangunan bidang kesehatan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Pemerintah pusat telah menerbitkan kebijakan melalui jaminan kesehatan nasional yang memberikan asuransi kesehatan kepada masyarakat miskin dengan Kartu Indonesia Sehat.

Cross cek dan finalisasi data kemiskinan

Petugas input data kemiskinan menghadiri acara Cross cek dan finalisasi data kemiskinan di Kantor Kecamatan Wonogiri, Senin 26/3/2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Kenyataannya di daerah bahwa program jaminan kesehatan belum bisa menjangkau seluruh penduduk miskin. Ketersediaan data penduduk miskin yang akurat menjadi salah satu kendala Program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) belum mampu menjangkau mereka yang berhak. Hal ini yang menyebabkan rasa keadilan dalam bidang kesehatan belum sepenuhnya dirasakan penduduk miskin karena harus mengeluarkan biaya kesehatan cukup besar untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Bukan itu saja, kualitas pelayanan kesehatan bagi mereka yang memakai kartu jaminan kesehatan dirasa belum memenuhi kaidah yang seharusnya diterima, dibandingkan mereka yang mampu membayar. Fakta inilah yang menyebabkan keprihatinan Pemerintah Kabupaten Wonogiri hingga memasukkan program Sehat Wargane dalam Panca Program Bupati Wonogiri. Berbagai kebijakan telah dilaksanakan diantaranya pembangunan sarana dan prasarana kesehatan khususnya pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri, perbaikan sistem manajemen pelayanan, dan perubahan sistem rekruitmen Sumber Daya Manusia yang lebih transparan dan akuntabel.

Pada akhir sambutannya, Camat Wonogiri menyampaikan bahwa dari 11.035 warga yang masuk ke data TKSK, ternyata terdapat 3.500 an warga yang sudah memiliki JKN (Jaminan Kesehatan Nasional). Ada 1.494 data tertolak oleh sistem karena kesalahan dalam penulisan maupun format pendataan. Sedangkan data warga miskin yang sudah final sesuai data TKSK Kecamatan Wonogiri baru sejumlah 5.757 orang. (sari)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan