Warung Makan Apung, Sensasi Kuliner di atas perairan Waduk Gajah Mungkur Sendang Wonogiri

SENDANG, sendang-wonogiri.desa.id │ Waduk Gajah Mungkur merupakan obyek wisata yang sangat indah dan menjadi andalan kota Wonogiri. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungai terpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo. Dibangun di akhir tahun 1970-an dengan wilayah seluas kurang lebih 8.800 ha. Waduk ini mampu mengairi sawah seluas 23.600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTA sebesar 12,4 Mega Watt.

Warung Makan Apung

Warung Makan Apung di perairan Waduk Gajah Mungkur, Sendang

Wisata Waduk Gajah Mungkur ini terletak di wilayah Pemerintah Desa Sendang. Anak muda Wonogiri lebih mengenal dengan sebutan “Wisata WGM” yang terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat memancing. Selain itu dapat pula menikmati olah raga layang gantung (Gantole). Pada musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar waduk kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung.

Warung Makan Apung

Pengunjung di Warung Makan Apung milik Mas Hananto (sendang-wonogiri.desa.id)

Tapi selain terkenal sebagai tempat rekreasi dan sarana olah raga, waduk Gajah Mungkur juga dikenal dengan sajian kuliner di atas karamba apung. Karamba merupakan tempat memelihara ikan air tawar dengan memanfaatkan air waduk sebagai media. Bangunan karamba yang terbuat dari jalinan batang bambu dan papan kayu menyerupai perahu apung. Di pinggiran waduk bertebaran restoran dan warung makan yang menyajikan menu spesial ikan bakar atau ikan goreng yang langsung diambil dari karamba. Jadi ikannya masih dalam keadaan fresh. Beberapa pedagang juga ada yang kreatif membangun semacam warung apung di atas karamba. Salah satu pengusaha warung makan apung, Hananto (41) telah memulai usahanya sejak 2014 silam. Warung makan apung ini menyajikan berbagai menu pilihan seperti ikan nila bakar, sup ikan, wader goreng, nila bakar, dan kuliner khas Jawa seperti nasi tiwul, botok ikan, sayur asam, oseng, daun pepaya dan trancam.

Warung Makan Apung

Pengunjung di Warung Makan Apung perairan Waduk Gajah Mungkur (sendang-wonogiri.desa.id)

Salah satu keistimewaan dari warung karamba ini adalah untuk sajian utama yang menggunakan bahan ikan bisa langsung mengambil dari karamba. Pengunjung juga bisa memilih dan mengambil sendiri ikan dari karamba. Untuk seporsi makanan dengan lauk ikan bakar dan minuman teh harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau kantong, yakni sekitar 20 ribu. Menikmati sajian kuliner ikan bakar atau ikan goreng di tengah danau buatan dengan alunan riak gelombang yang pelan sungguh memberikan pengalaman luar biasa. Apalagi sambil makan kita bisa menikmati pemandangan alam nan indah berupa bukit-bukit tinggi yang mengelilingi waduk.

Warung Makan Apung

Warung Makan Apung di perairan Waduk Gajah Mungkur, Sendang, Wonogiri (foto : agung sendang)

Kalau mau merasakan langsung suasana Waduk Gajah Mungkur, silahkan memancing di sekitar rumah makan terapung. Di sini banyak terlihat orang memancing ikan. Atau bisa juga minta izin untuk naik perahu ke keramba nelayan. Di sini kita bisa melihat langsung bagaimana proses budidaya ikan nila dari atas keramba. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

2 Respon

Tinggalkan Balasan