Cara Pembuatan (KJA) Karamba Jaring Apung di Waduk Gajah Mungkur, Sendang Wonogiri

SENDANG, sendang-wonogiri.desa.id │Perairan Waduk Gajah Mungkur tepat berada di sebelah selatan wilayah Desa Sendang. Kondisi lahan pertanian yang sebagian besar tandus, mendorong angka merantau atau boro warga Kabupaten Wonogiri cukup tinggi. Saat ini, penduduk Wonogiri mencapai 1.199.734 jiwa (sumber Dispendukcapil Wonogiri), sebesar 129.325 jiwa yang merantau ke berbagai kota besar. Kurangnya alternatif selain pekerjaan di bidang agraris yang bisa ditemukan di Kabupaten Wonogiri, membuat banyak warga lebih suka merantau mencari sumber penghidupan baru di tanah orang. Meski ada Waduk Gajah Mungkur yang dulu dibangun dengan menenggelamkan 51 desa di 7 kecamatan di Kabupaten Wonogiri, namun air yang dimanfaatkan untuk irigasi hanya bisa dinikmati lahan pertanian di Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen. Sebenarnya, ada banyak potensi yang bisa digali sebagai alternatif pekerjaan, namun selama ini belum dikembangkan secara maksimal.

Waduk Gajah Mungkur

Waduk Gajah Mungkur tepat di sebelah selatan Balai Desa Sendang (foto sendang-wonogiri.desa.id)

Dari Waduk Gajah Mungkur ada sektor perikanan dan pariwisata yang muncul. Di sektor perikanan sejak tahun 1992, bermunculan karamba jaring apung (KJA) yang dibuat warga yang tinggal di tepi waduk. Hal ini diilhami dari beroperasinya PT Aquafarm Nusantara, perusahaan modal asing dari Swiss yang membuat KJA untuk memelihara ikan nila merah. Perusahaan ini mengekspor fillet ikan nila ke Jepang. Catatan tahun 2007, terdapat 500 unit KJA dari kapasitas 2.000 unit dengan produksi 800 ton per tahun. Sekretaris Kelompok Pembudidaya Ikan Karamba Jaring Apung ”Mulya Barokah” dari Dusun Godean, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri, Agung (42), menuturkan, sebelum memanfaatkan ikan dari Waduk Gajah Mungkur, warga desanya sebagian besar menjadi buruh. Setelah tahun 1990-an, warga mulai beralih ke sektor perikanan menjadi nelayan dan petani ikan, dan lama-kelamaan taraf hidup warga mulai meningkat.

KJA

Waduk Gajah Mungkur selain sebagai Obyek Wisata Air juga berfungsi sebagai Media Budidaya Ikan sistem KJA (Foto sendang-wonogiri.desa.id)

Beberapa tahun belakangan, muncul warga yang mengolah ikan, yakni menggoreng atau membakar ikan hasil tangkapan atau hasil budidaya dari waduk untuk kemudian dijual di pasar atau warung-warung yang tersebar di tepi waduk. Di Desa Sendang tak banyak warga yang merantau karena usaha dari sektor ini dirasakan cukup menghidupi keluarga. ”Setidaknya cukup untuk hidup sehari-hari,” kata Agung. Butuh modal besar KJA mulai menjamur pada tahun 2003 dengan usaha utama pemeliharaan ikan nila merah. Namun tak banyak warga yang memiliki KJA karena butuh modal besar dan ketelatenan memelihara ikan. Agung mencontohkan, kelompoknya yang beranggotakan 24 orang, sejak awal didirikan hanya memiliki 10 kolam dan saat ini bertambah menjadi 35 kolam.

Cara pembuatan kolam dengan sistem KJA (Karamba Jaring Apung) pertama kali bahan yang harus dipersiapkan adalah bambu, drum, besi plat siku atau pipa besi, tali, bandul cor dan jaring. Besi panjang berbentuk siku dipotong-potong dengan panjang 4m lalu dirangkai menjadi kotak segi 4 sebanyak berapa kolam yang diinginkan. Setelah besi dirangkai lalu dibawahnya dipasang bambu-bambu sebagai tempat pijakan ketika akan memberi makan pada ikan. Dibawah bambu-bambu itu dipasang drum-drum dengan diikat oleh tali yang kuat, berfungsi sebagai pengapung kolam. Setelah rangkaian pekerjaan ini selesai, kolam dapat ditarik ke tengah waduk dengan menggunakan perahu motor. Di tengah waduk, agar kolam yang sudah terapung ini tidak bergeser karena hempasan ombak, maka perlu diberi bandul cor di pojok-pojok kolam dengan diikat menggunakan tali. Bandul cor ini berfungsi sebagi jangkar, sehingga kolam akan tetap berada ditempatnya walaupun ada hempasan gelombang.

KJA

Tahap Merangkai Besi untuk Pembuatan KJA (Foto sendang-wonogiri.desa.id)

 

Karamba Jaring Apung

Tahap Pemasangan Bambu dan Drum untuk Pembuatan KJA (Foto sendang-wonogiri.desa.id)

 

Kramba Jaring Apung

Karamba siap ditarik menuju ke tengah Waduk (foto sendang-wonogiri.desa.id)

 

Karamba

Karamba ditarik menuju ke tengah waduk (Foto sendang-wonogiri.desa.id)

 

Karamba

Karamba siap di isi benih ikan (Foto sendang-wonogiri.desa.id)

Setelah kolam diposisi tepat seperti yang diinginkan, biasanya berada di perairan agak dalam, dengan maksud agar jaring yang akan dipasang tidak mengenai dasar waduk. Jaring dibuat dengan panjang 4m, lebar 4m dan kedalaman 4m. Setelah jaring terpasang, kolam siap untuk diberi benih Ikan Nila maupun Ikan Patin. Demikian sedikit uraian terkait cara pembuatan kolam dengan sistem KJA yang banyak dikembangkan oleh masyarakat Desa Sendang. (admin)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan