Bintek Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) se-Eks Distrik Wonogiri

WONOGIRI, sendang-wonogiri.desa.id │ Selasa (13/3/2018) bertempat di Gedung “Eling Sedulur” milik Kantor BKKBN, telah dilaksanakan Bintek (Bimbingan Teknis) Satgas PPA (Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak) se-eks Distrik Wonogiri, Kecamatan Wonogiri. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas PPKB dan P3A Kabupaten Wonogiri yang diwakili Ibu Rodiyah, M.M, Camat Wonogiri Drs. Slameto Sudibyo serta Satgas dari masing-masing desa dan kelurahan se-Kecamatan Wonogiri sebanyak 80 peserta.

Bintek Satgas PPA

Sambutan Camat Wonogiri pada Bintek Satgas PPA, Wonogiri 13/3/2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Kegiatan dimulai Pukul 09.00 WIB dengan acara pembukaan, do’a dan dilanjutkan dengan sambutan yang pertama oleh Camat Wonogiri Bapak Slameto Sudibyo yang menyampaikan motivasi kepada para Satgas PPA untuk lebih proaktif dalam upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak, dan juga harapan dengan adanya bintek ini dapat mengurangi angka kekerasan pada perempuan dan anak serta ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Kepala Dinas BKKBN Wonogiri, Almarhumah Ibu Reni Ratnasari.

Bintek Satgas PPA

Sambutan Ibu Rodiyah pada Bintek Satgas PPA, Wonogiri 13/3/2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Selanjutnya sambutan kedua dari Dinas PPKB dan P3A Kabupaten Wonogiri oleh Ibu Rodiyah, MM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan perlunya perlindungan perempuan dan anak sebagai langkah antisipasi terhadap perilaku dan keamanan bagi perempuan dan anak. Dengan terbentuknya satgas desa ini diharapkan dapat membantu mengurangi tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah binaan. Tahun 2017 ada 25 kasus, 2018 ada 7 kasus yang terjadi dalam kurun waktu 3 bulan.

Sagas PPA

Paparan Narasumber, Suprapto dalam Bintek Satgas PPA, Wonogiri 13/3/2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Dilanjut paparan dari narasumber, Bapak Suprapto, M.M menyampaikan, “Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak atau disingkat P2TP2A dibentuk dengan mempunyai tugas membantu Pemerintah Daerah dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, penanganannya harus terpadu dan konsisten, dan untuk menampung semua pengaduan saat ini sudah ada kantor sekretariatnya. Maraknya kejadian kekerasan di Kabupaten Wonogiri karena kurangnya perhatian orang tua terhadap anak sehingga membangun jiwa anak menjadi tak terkendali den mudah melakukan perbuatan yang menyimpang, pendekatan orang tua terhadap anak sangat diperlukan untuk membangun kembali kepercayaan anak terhadap orang tua dan lingkungan disekitarnya,” tandasnya.

Perkembangan teknologi menjadi alasan kuat terhadap penyimpangan perilaku terhadap anak. Tersumbatnya komunikasi antara guru dan orang tua menjadi salah satu penyebab kenakalan anak. Guru harus selalu memberi informasi perkembangan anak kepada orang tua. Faktor kepribadian anak harus diarahkan jangan sampai lepas kontrol. Lingkungan sosial di masyarakat sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan perilaku anak. Bagaimana mengantisipasi supaya tidak terjadi kasus-kasus tersebut. Sosialisasi secara menyeluruh lewat media sosial, radio, banner dan lain-lain, pemberdayaaan terhadap korban dan pelaku setelah menjalani proses hukum dengan cara pembekalan skill dan perekonomian supaya kembali siap bergabung di tengah masyarakat. Pemberdayaan melalui keterampilan supaya ada nilai lebih, tidak tergantung kepada orang lain. Tindakan yang harus kita lakukan semua elemen perlu adanya komitmen dan kesungguhan dengan semua pihak dan meningkatkan konektifitas, sinkronisasi dan koordinasi supaya bisa maksimal dalam proses perlindungan perempuan dan anak.

Bintek Satgas PPA

Paparan Narasumber, Endang Pujiyastuti dalam Bintek Satgas PPA, Wonogiri 13/3/2018

Narasumber yang lain yaitu Ibu Endang Pujiastuti, team PKK Kab. Wonogiri menyampaikan, “Segala masalah yang terjadi pusarannya ada di keluarga, dengan adanya PKK diharapkan segala kejadian kekerasan dapat dihindari antara lain kejahatan seksual dan lain-lain. Keluarga memiliki peran sangat penting dalam keberlangsungan keluarga, salah satu program PKK adalah Pawon Emak (Perempuan Wonogiri Empati Masalah Anak dan Keluarga), karena untuk merubah pola pikir ibu-ibu supaya dalam kegiatan pertemuan PKK bisa lebih bermanfaat dan membantu pemerintah mengatasi masalah yang terjadi di Kabupaten Wonogiri. Perempuan dan anak harus dilindungi dalam keluarga dan masyarakat, ada pencegahan, menerima pengaduan dari anggota masyarakat dan melakukan rehabilitasi terhadap korban pasca penanganan kasus dan menjaga rahasia kasus yang diterima dan selalu memberikan edukasi kepada ibu PKK. Perempuan adalah ibu bangsa dalam hal pengasuhan anak, anak yang beriman sehat jasmani dan rohani terpelajar adalah harapan setiap keluarga. Dan setiap orang bertanggung jawab atas kesejahteraan, pendidikan dan tumbuh kembang anak, “kata Endang.

 

Bintek Satgas PPA

Paparan Narasumber, Yuli Sulistyanto dalam Bintek Satgas PPA, Wonogiri 13/3/2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Nara sumber Bp Yuli Sulistyanto dari LSM Starla, mengatakan, “Koordinasi antara Pawon Emak, Satgas, PPA dengan P2TP2A, TKSK, LSM prinsipnya adalah rahasia, tanggung jawab, non diskriminasi, membangun kepercayaan, meningkatkan partisipasi korban agar tercipta rasa aman dan nyaman, hubungan setara dan menghormati, menghargai perbedaan individu, tidak menghakimi, menghormati pilihan dan keputusan korban sendiri, menggunakan bahasa sederhana dan dapat dimengerti.”

Dalam acara bintek ini juga dijelaskan tentang Tupoksi PPA yaitu membantu menangani masalah perempuan dan anak yang dilaporkan ke organisasi layanan perempuan dan anak yang dibentuk oleh pemda. Fungsi dari Satgas PPA antara lain : Melakukan penjangkauan terhadap perempuan dan anak, melakukan identifikasi terhadap korban maupun pelaku kejadian, dan segera melaporkan kasus tersebut kepada pihak yang berwajib atau kepolisian. (aria)

 

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan