PENYULUHAN KELUARGA BERENCANA DI KECAMATAN WONOGIRI TAHUN 2018

sendang-wonogiri.desa.id, WONOGIRI – Hari ini, Rabu, 21 Februari 2018 Pemerintah Kecamatan Wonogiri mengadakan penyuluhan tentang Keluarga Berencana. Acara tersebut diikuti oleh semua Ketua TP PKK Kec. Wonogiri, Kepala Puskesmas Wonogiri I dan II, Koordinator PLKB Kec. Wonogiri dan Lurah/Kepala Desa se-Kec. Wonogiri. Acara digelar mulai pukul 10.00 WIB sd selesai di Ruang Pertemuan Lt 2 RM Padi Giripurwo Wonogiri. Narasumber yang hadir dalam penyuluhan ini adalah Bapak Drs. Slametyo Sudibyo selaku Camat Wonogiri, dr. Indra, Bapak Pitut dan dr. Antik Istiqomah.

KB

Penyuluhan KB Kec.Wonogiri 2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Kampung KB

Ini menjadi  program unggulan dan mendapat dana yang cukup signifikan dari APBN melalui BOKB. Untuk tahun 2018 ini fokus ke Kampung KB yang dibentuk dengan dana APBN yaitu di Kampung KB Margo Utomo Norogo Pokoh Kidul. Sedangkan Kampung KB yang dibentuk dari dana APBD yaitu Kampung KB STMJ Kedungsono, Desa Bulusulur. Program Kampung KB ini bisa dikolaborasikan dengan program pembangunan dari instansi lain, swadaya atau ormas termasuk TP PKK yang ada di wilayah setempat.

Pengertian
Keluarga Berencana atau yang biasa disingkat dengan KB, yaitu membatasi jumlah kelahiran anak, hanya dua, tiga dan lainnya. Keluarga Berencana yang dibolehkan syariat adalah suatu usaha pengaturan/penjarangan kelahiran atau usaha pencegahan kehamilan sementara atas kesepakatan suami-istri karena situasi dan kondisi tertentu untuk kepentingan (maslahat) keluarga, masyarakat maupun negara.

 

Data Penyuluhan KB Kec.Wonogiri

Manfaat Keluarga Berencana

Dengan mengikuti program KB ini memungkinkan wanita untuk mengontrol kesuburan mereka sehingga dapat memutuskan bila dan kapan mereka  ingin hamil dan memiliki anak. Wanita dapat mengambil jeda kehamilan selama sedikitnya dua tahun setelah melahirkan, yang memberikan banyak manfaat bagi perempuan dan bayi mereka. Selain itu juga memberikan manfaat kesehatan non-reproduksi. Metode kontrasepsi hormonal gabungan (yaitu estrogen dan progesteron) dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan endometrium. Injeksi progesteron juga melindungi terhadap kanker ini dan juga terhadap fibroid rahim. Kontrasepsi implan dan sterilisasi wanita telah terbukti mengurangi risiko penyakit radang panggul. Mencegah efek kesehatan jiwa dari kehamilan yang tidak diinginkan dan mengurangi aborsi. Kemampuan untuk mengontrol kesuburan juga memungkinkan wanita untuk lebih mengontrol aspek lain dari kehidupan mereka, misalnya memutuskan kapan dan mengapa mereka menikah.

Tujuan Keluarga Berencana

Tujuan program Keluarga Berencana Kabupaten Wonogiri adalah untuk meningkatnya peran stakeholder dan masyarakat dalam Program Kependudukan dan Keluarga Berencana. Meningkatnya pelayanan Keluarga Berencana yang terintegrasi dengan pelayanan kesehatan reproduksi lainnya. Menurunnya pasangan usia subur yang tidak ingin anak tapi belum menjadi peserta KB ( unmetneed ). Tersedianya alat dan obat kontrasepsi bagi pra sejahtera dan keluarga sejahtera 1 ( Pra S dan KS.1 ). Meningkatnya jumlah kelompok bina keluarga balita ( BKB ).  Meningkatnya kualitas kelompok bina keluarga ( BKB, BKR, BKL dan UPPKS. Meningkatnya cakupan dan kualitas data mikro keluarga dan data hasil pencapaian program.

Penyuluhan KB Kec.Wonogiri Tahun 2018 (sendang-wonogiri.desa.id)

Cara Penggunaan Alat Kontrasepsi

Berikut ini adalah beberapa macam alat-alat kontrasepsi yang dipakai dan beredar pada saat sekarang ini. Macm-macam alat kontrasepsi tersebut antara lain adalah :

• Alat Kontarepsi Berupa Susuk KB

• Alat Kontarepsi Berupa Suntikan KB (KB Suntik)

• Alat Kontarepsi Berupa Pil KB

Susuk : Disebut alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam. Bentuknya semacam tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya berisi zat aktif berupa hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi, konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma. Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang diganti setiap tahun.

Alat Kontrasepsi Berupa Pil Pil Kontrasepsi Kombinasi (OC / Oral Contraception). Berupa kombinasi dosis rendah estrogen dan progesteron. Merupakan metode KB paling efektif karena bekerja dengan beberapa cara sekaligus sbb:

• Mencegah ovulasi (pematangan dan pelepasan sel telur)

• Meningkatkan kekentalan lendir leher rahim sehingga menghalangi masuknya sperma

• Membuat dinding rongga rahim tidak siap menerima hasil pembuahan Bila pasien disiplin minum OC-nya, bisa dipastikan perlindungan kontrasepsi hampir 100%. Selain itu, OC merupakan metode yang paling reversibel, artinya bila pengguna ingin hamil bisa langsung berhenti minum pil dan biasanya bisa langsung hamil dalam 3 bulan.

Alat Kontrasepsi Berupa Suntik KB

Suntikan KB adalah suatu cairan berisi zat untuk mencegah kehamilan selama jangka waktu tertentu (antara 1 – 3 bulan). Cairan tersebut merupakan hormon sistesis progesteron. Pada saat ini terdapat dua macam suntikan KB, yaitu golongan progestin seperti Depo-provera, Depo-geston, Depo Progestin, dan Noristat, dan golongan kedua yaitu campuran progestin dan estrogen propionat, misalnya Cyclo Provera. Hormon ini akan membuat lendir rahim menjadi kental, sehingga sel sperma tidak dapat masuk ke rahim. Zat ini juga mencegah keluarnya sel telur (ovulasi) dan membuat uterus (dinding rahim) tidak siap menerima hasil pembuahan. (ar2)

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan